Menu

Mode Gelap
RSUD Jatisampurna Edukasi Lansia Cegah Keropos Tulang dan Nyeri Sendi Special Olympics Indonesia Ajang Multi Cabor Atlet Disabilitas Tingkat Nasional Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi Produk Mamin dan Horeka Indonesia Raup Transaksi Rp23,79 Miliar Halal Bihalal All You Can Eat Hanya Rp100 Ribu di Hotel 88 Bekasi Hadiri HUT ke-1 Danantara, Menteri Ekraf Siap Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

News

Perempuan Jadi Benteng Integritas di Keluarga dan Masyarakat

badge-check


					Perempuan Jadi Benteng Integritas di Keluarga dan Masyarakat Perbesar

Matras News, Jakarta – Perempuan memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai integritas dan membentuk budaya antikorupsi sejak dini.

Untuk itu, pentingnya peran perempuan dalam menciptakan rumah tangga yang berintegritas.

Hal itu disampaikan Nurtjahyadi, Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada Satgas 3 Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, dalam bimbingan teknis (bimtek) bertajuk ‘Peran Serta Perempuan dalam Membangun Budaya Anti Korupsi’ yang diselenggarakan secara daring bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan, Minggu (16/3/2025).

“Perempuan tidak hanya menjadi teladan utama dalam membangun karakter antikorupsi, tetapi juga garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan transparan,” ungkap Nurtjahyadi.

Menurutnya, perempuan dapat mendorong budaya transparansi dan akuntabilitas yang penting di berbagai sektor. Selain itu, mereka juga dapat menjadi agen perubahan dengan memperkuat jejaring sosial antikorupsi, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan masyarakat yang lebih bebas dari praktik korupsi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Tangerang Selatan, Mercy Apriyanti, menambahkan bahwa pendampingan dan pelatihan antikorupsi bagi perempuan sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif terhadap integritas.

“Perempuan harus mengambil bagian dalam pencegahan korupsi, karena mereka adalah salah satu pihak yang paling rentan dirugikan jika korupsi terjadi dalam lingkup keluarga,” jelas Mercy.

Program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dilaksanakan di tingkat daerah, seperti di DP3AP2KB Kota Tangerang Selatan, tidak hanya berorientasi pada kesejahteraan, tetapi juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, akuntabilitas, dan kepedulian sosial.

Dengan demikian, diharapkan budaya antikorupsi bisa dibangun sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga.

Melalui bimbingan teknis yang diadakan oleh KPK, perempuan diharapkan dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Peran perempuan sebagai ibu, istri, dan anggota masyarakat memiliki potensi besar untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kejujuran.

Dengan memperkuat peran ini, perempuan dapat menjadi benteng pertahanan dalam melawan praktik korupsi, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

Sebagai agen perubahan yang aktif, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun budaya antikorupsi yang bersih dan transparan untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi

14 Maret 2026 - 03:05 WIB

Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi

SKB Tujuh Menteri Terbitkan Aturan Pemanfaatan AI di Pendidikan

13 Maret 2026 - 03:04 WIB

Polri Siagakan 161.000 Personel, Layanan Darurat 110 Disiapkan

13 Maret 2026 - 02:57 WIB

Mata Rantai Penyelundupan Satwa ke Thailand Terungkap

13 Maret 2026 - 00:58 WIB

Anggota DPRD Jabar Ahmad Faisyal Kawal Anggaran Infrastruktur Pembangunan

13 Maret 2026 - 00:56 WIB

Anggota DPRD Jabar Ahmad Faisyal Kawal Anggaran Infrastruktur Pembangunan
Trending di News