Menu

Mode Gelap
Warga Bekasi Laporkan Kepala Dukcapil ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Akta Cerai Nusantara Explorer, Kereta Mewah Karya Anak Bangsa Terminal Tipe A Alam Barajo Terus Tingkatkan Layanan dan Optimalisasi Aset FBI Kembalikan Ratusan Artefak dan Jasad Leluhur Indonesia ke Pangkuan Tanah Air Aliansi Ormas Beri Ultimatum 2 Pekan ke Plt Bupati Bekasi Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola

Event

Pertunjukan Roro Jonggrang Menutup Pertemuan G20 EdWG 2022

badge-check

Pertunjukan Roro Jonggrang Menutup Pertemuan G20 EdWG 2022 Perbesar

Matras News – Candi Prambanan menjadi saksi dalam penutupan pertemuan perdana G20 Education Working Group (EdWG) yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 Maret 2022 di Yogyakarta. Pada tanggal 17 Maret 2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar jamuan penutup bersama para delegasi G20 EdWG 2022 di Rama Shinta Garden, Kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta.

Acara tersebut diawali dengan sambutan Iwan Syahril selaku Chair of G20 EdWG 2022, lalu dilanjutkan dengan makan malam dan menyaksikan pertunjukan dramatari Roro Jonggrang  bersama. Dalam jamuan tersebut, seluruh delegasi G20 terlihat kompak memakai pakaian batik yang merupakan warisan budaya khas Indonesia.

Iwan Syahril mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi para delegasi G20 yang berharga pada pertemuan pertama G20 EdWG ini. Dan inilah kami, di Candi Prambanan yang megah, candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terbesar kedua di Asia Tenggara, dan juga salah satu Warisan Dunia UNESCO dari Indonesia.”

Pertunjukan budaya kali ini menghadirkan dramatari Roro Jonggrang, cerita rakyat populer dari Yogyakarta yang mengisahkan tentang Roro Jonggrang yang memberikan syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membangun 1.000 candi dalam satu malam jika ingin mempersuntingnya.

Bandung Bondowoso menyanggupi dan mengerahkan balatentara roh-roh halus untuk membangunnya. Melihat Bandung Bondowoso kemungkinan akan berhasil, Roro Jonggrang yang merasa khawatir dan tidak ingin menikahi pembunuh ayahnya pun mengerahkan gadis-gadis di Desa Prambanan untuk mengelabui roh halus dengan membuat suasana seperti pagi hari. Sehingga pada saat matahari terbit, hanya tertinggal satu candi yang belum dibangun dan menimbulkan amarah Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso pun mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi terakhir.

Walaupun berakhir dengan tragis, kisah Roro Jonggrang memiliki nilai sosial yang sangat melekat, yaitu gotong royong dem mencapai tujuan bersama. Hal ini dibuktikan ketika Roro Jonggrang meminta bantuan dayang-dayangnya untuk bekerja sama membuat suasana seperti di pagi hari agar roh-roh halus tersebut berhenti membangun candinya. Harapannya nilai ini dapat menginspirasi para delegasi untuk mewujudkan semangat solidaritas dan gotong royong untuk mencapai tujuan bersama, sejalan dengan presidensi G20 tahun 2022 ini dengan tema ‘Recover Together, Recover Stronger’ atau ‘Pulih Bersama’.

(her)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

FBI Kembalikan Ratusan Artefak dan Jasad Leluhur Indonesia ke Pangkuan Tanah Air

25 Juli 2026 - 02:03 WIB

Wagub Rano Dorong Ekspansi Swara Jakarta 80, Targetkan 500 Penyanyi Ramaikan HUT ke-500 Jakarta

22 Juli 2026 - 00:01 WIB

Kecamatan Bekasi Selatan Siapkan Lomba Gebyar Kemerdekaan

21 Juli 2026 - 20:43 WIB

Anim Imamuddin Ajak Warga Jatisampurna Rawat Tradisi Babaritan Sedekah Bumi

19 Juli 2026 - 01:27 WIB

Rapsodia Nusantara 10 Pianis Remaja Raih Juara di Kansas City

18 Juli 2026 - 11:14 WIB

Trending di Seni & Budaya