Mendikdasmen mendorong budaya sekolah baru dengan tiga pilar pendekatan dasar, yaitu Humanis dengan cara memperlakukan anak secara inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mereka.
Yang kedua Inklusif, yaitu memastikan tidak ada diskriminasi dalam proses belajar maupun bersosialisasi. Ketiga Partisipatif, yaitu melibatkan anak-anak secara aktif dalam penyampaian ide serta pengambilan keputusan.
“Kami di Kementerian juga berusaha mencegah kasus perundungan (bullying) secara massif, lalu perlindungan menyeluruh anak dari tindak kekerasan seksual dan menghapus segala bentuk kekerasan fisik di area sekolah,” terang Mendikdasmen.
Atas komitmen ini, Save the Children Indonesia memberikan penghargaan kepada Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebagai mitra strategis dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Melalui Festival Pahlawan Anak 2026, Save the Children Indonesia beserta seluruh mitra dan pendukung kegiatan mengajak masyarakat mengambil aksi nyata bersama dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang kuat guna mendukung pemenuhan hak serta menciptakan lingkungan yang aman bagi mereka.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.