MATRASNEWS, MEDAN – Pos Indonesia memastikan upaya percepatan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Hal ini dilakukan menyusul terganggunya akses akibat bencana banjir dan longsor.
Plt. Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, menyatakan dari 281 kantor pos di tiga provinsi, sebanyak 141 kantor terdampak. Dua di antaranya, yakni Kantor Pos Langsa (Aceh) dan Sipirok (Sumut), masih belum beroperasi normal karena akses jalan terputus total.
“Petugas tidak bisa menembus jalur darat sehingga operasional belum normal,” ujar Haris di Medan, Senin (1/12/2025).
Untuk menjaga kontinuitas layanan, dilakukan rekayasa rute pengiriman yang memutar dan lebih jauh. Pengiriman ke Sipirok, misalnya, dialihkan melalui Kabanjahe–Kutabuluh–Salak. Sementara, kiriman ke Langsa dialihkan melalui jalur udara ke Banda Aceh, lalu diteruskan via Lhokseumawe.
“Rekayasa rute ini agar bansos dan kiriman masyarakat tidak terhenti. Walau jalurnya memutar, layanan harus tetap jalan,” tegas Haris.
Data nasional menunjukkan, dari total 11 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat), 81% telah menerima bantuan. Untuk Regional Sumatra, realisasi penyaluran mencapai 73%, dengan tantangan terberat di Aceh yang baru mencapai 47% akibat hambatan akses.
Untuk mempercepat distribusi di daerah terdampak, Pos Indonesia menerapkan skema jemput bola. Petugas tidak menunggu di kantor, tetapi mendatangi langsung titik-titik pengungsian.
“Kami turun ke lapangan, ke penampungan, ke titik evakuasi, untuk memastikan bansos tersalurkan,” jelas Haris.
Upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak sosial ekonomi warga terdampak bencana, sambil menunggu pemulihan infrastruktur jalan secara bertahap.
Cek Berita lain di Google News

https://demo.pojoksoft.com/kibaran/wp-content/uploads/2024/01/230313-ayla2-160x600-v2.jpg





