Menu ✖

Breaking News

Seni & Budaya

Sastra dan Musik Austria, Ukraina, Indonesia

badge-check

Sastra dan Musik Austria, Ukraina, Indonesia Perbesar


MATRASNEWS, JAKARTA — Kedutaan Besar Austria di Jakarta mempertemukan sastrawan dari Austria, Ukraina, dan Indonesia dalam diskusi bertajuk Books and Identity Over Coffee: Vienna–Kyiv–Jakarta. Acara ini mengangkat peran sastra dalam menjaga identitas nasional di tengah perubahan sosial dan budaya.

Diskusi yang dimoderatori Debra H. Yatim tersebut menghadirkan Stefan Kutzenberger dari Austria, Irena Karpa dari Ukraina, serta Laksmi Pamuntjak dan Dhianita Kusuma Pertiwi dari Indonesia. Mereka singgah di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) pada 21–25 Oktober 2026.

Musik Menjadi Jembatan Identitas Bangsa

Komponis dan pianis Indonesia, Ananda Sukarlan, turut memperkaya diskusi melalui karya musik yang berakar pada sastra dan tradisi Nusantara. Ia telah menciptakan lebih dari 500 tembang puitik berdasarkan puisi dan prosa puluhan sastrawan Indonesia maupun dunia.

Karya tersebut mencakup puisi Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, Umbu Landu Paranggi, Rabindranath Tagore, William Shakespeare, hingga Federico García Lorca. Ananda juga mengembangkan opera berbahasa Indonesia yang mengadaptasi karya Seno Gumira Ajidarma dan Putu Wijaya.

Dalam kesempatan itu, Ananda memainkan Rapsodia Nusantara No. 39, yang terinspirasi lagu Nusa Tenggara Timur berjudul Oras Loro Malirin. Karya tersebut memiliki keunikan karena dirancang khusus untuk dimainkan menggunakan tangan kiri.

Komposisi itu juga berkaitan dengan dukungan Ananda terhadap Yayasan Superhuman di Ukraina, yang membantu musisi dan penyintas perang dengan kehilangan anggota tubuh. Ia turut membawakan Paradise Lost yang bernuansa Bali serta Urip iku Urup yang mengambil inspirasi dari tradisi Jawa.

Pengalaman Lintas Budaya dalam Karya Sastra

Stefan Kutzenberger merupakan sastrawan sekaligus dosen universitas di Wina. Novel debutnya, Friedinger, terbit pada 2018. Karya-karyanya kemudian memperoleh pengakuan internasional, termasuk novel Jokerman yang mewakili Austria dalam European Literature Night di New York pada 2021.

Sementara itu, Irena Karpa dikenal sebagai penulis, jurnalis, dan musisi Ukraina. Karyanya memadukan humor, kritik sosial, dan pengalaman personal. Pengalamannya tinggal di Indonesia saat menempuh pendidikan pascasarjana turut menginspirasi novel Freud Would Cry.

Karpa juga aktif bermusik sejak 1999 sebagai vokalis utama sekaligus penulis lagu kelompok alternatif Qarpa. Musik grup tersebut memadukan punk, industrial, hardcore, dan psychedelic trip-hop.

Dari Indonesia, Dhianita Kusuma Pertiwi hadir sebagai penulis, penerjemah, dan editor. Ia meraih gelar di bidang Sastra Inggris dari Universitas Negeri Malang serta Magister Ilmu Susastra dari Universitas Indonesia. Tesisnya mengenai lakon wayang purwa Sesaji Raja Suya memperoleh Nusantara Academic Award pada 2020.

Dhianita juga menulis naskah drama dan terlibat dalam proyek teater yang mengangkat kembali film Sedap Malam karya Ratna Asmara, produksi tahun 1951. Selain berkarya di bidang sastra, ia mendirikan Footnote Press dan menulis tentang budaya, sejarah, serta sosial-politik.

Sastra dan Musik sebagai Penjaga Memori Kolektif

Pertemuan lintas negara ini memperlihatkan bahwa identitas nasional tidak hanya hidup dalam bahasa dan cerita, tetapi juga dalam musik, pengalaman sejarah, serta interaksi antarmasyarakat.

Melalui sastra dan musik, para seniman dapat merawat ingatan kolektif sekaligus membuka ruang dialog antarbudaya. Karya Ananda Sukarlan yang mengolah tradisi Nusantara, misalnya, menunjukkan bagaimana warisan lokal dapat hadir dalam bahasa musik klasik dan menjangkau audiens internasional.

Diskusi di Kedutaan Besar Austria ini menjadi ruang pertukaran gagasan menjelang UWRF 2026. Pertemuan tersebut juga menegaskan bahwa pelestarian identitas nasional tidak harus menutup diri dari pengaruh luar, melainkan dapat tumbuh melalui dialog, penerjemahan, dan kolaborasi kreatif.

Ikuti berita terkini di Google News

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Wagub Rano Berharap Abang None Jakarta 2026 Bawa Budaya Jakarta ke Panggung Dunia

30 Sep 2026 - 01:15 WIB

Wagub Rano Berharap Abang None Jakarta 2026 Bawa Budaya Jakarta ke Panggung Dunia

Gubernur Pramono Kukuhkan Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

1 Sep 2026 - 11:48 WIB

Gubernur Pramono Kukuhkan Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

2.000 Penari Meriahkan Panggung Kolosal PNBK Jilid III

31 Agu 2026 - 00:06 WIB

2.000 Penari Meriahkan Panggung Kolosal PNBK Jilid III

Sardi Efendi Puji Wayang Ajen, Seni Bekasi Mendunia

30 Agu 2026 - 17:17 WIB

Sardi Efendi Puji Wayang Ajen, Seni Bekasi Mendunia

Ajang Abang None Jakarta 2026 Resmi Dibuka

18 Agu 2026 - 00:02 WIB

Ajang Abang None Jakarta 2026 Resmi Dibuka
Trending di Seni & Budaya