Menu

Mode Gelap
WaterBoom Lippo Cikarang Hadirkan Paket Splash and Snack Deal, Liburan Air Plus Cemilan Adira Finance Luncurkan HASANAH, Solusi Pembiayaan Syariah untuk Porsi Haji Plus di Adira Expo Solo Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

News

Satgas PKH Tutup 55 Lubang Tambang Emas Ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak


					Satgas PKH Tutup 55 Lubang Tambang Emas Ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak Perbesar

MATRASNEWS, LEBAK – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menutup ratusan lubang tambang emas tanpa izin (illegal mining) di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Aksi penertiban terbaru difokuskan di Kabupaten Lebak, dengan 55 lubang berhasil ditutup di Blok Cirotan, Desa Citorek Kidul, pada Rabu (3/12/2025).

Operasi ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menghentikan aktivitas pertambangan liar yang telah merusak ekosistem hutan dan mengancam kelestarian kawasan konservasi.

Majalah Matras scaled

Selain merusak tutupan hutan, praktik tambang ilegal ini dinilai sangat berbahaya dan berpotensi memicu bencana alam, seperti longsor dan pencemaran air, di masa mendatang.

Kawasan TNGHS, yang merupakan salah satu paru-paru penting di Jawa Barat, telah lama menjadi target penambangan emas ilegal.

Satgas PKH yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), akan terus melanjutkan operasi serupa di berbagai titik rawan lainnya.

Dampak dari aktivitas tambang liar tersebut sangat serius, menyebabkan kerusakan permanen pada tanah, hilangnya biodiversitas, dan ancaman terhadap daerah aliran sungai.

Pembersihan ini diharapkan dapat memulihkan fungsi ekologis kawasan dan mencegah bencana ekologi jangka panjang.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul

24 Januari 2026 - 02:29 WIB

Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul

Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR

24 Januari 2026 - 02:25 WIB

Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR

Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum

24 Januari 2026 - 02:20 WIB

Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum

Perluas Akses dan Tekan Kesalahan, Bappenas Dorong Transformasi Digital Penyaluran Bansos

23 Januari 2026 - 03:23 WIB

Begini Cara Mendapatkan Bansos PKH

Tidak Tersentuh Pematusan, Ketua Fraksi PKB Minta Jadi Perhatian Serius Walkot dan Dinas Terkait

23 Januari 2026 - 03:13 WIB

Tidak Tersentuh Pematusan, Ketua Fraksi PKB Minta Jadi Perhatian Serius Walkot dan Dinas Terkait
Trending di News
error: Matras News