Menu

Mode Gelap
Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola Kejari Bogor Tahan ASN Tersangka Korupsi RSUD Parung Capai Rp9,17 Miliar Save the Children: Darurat Perlindungan Anak di Tengah Ancaman Kekerasan dan Ketertinggalan Pendidikan WVI Soroti 5 Isu Penting Terkait Perlindungan Anak Jelang Hari Anak Nasional White Rock Beach Club Named Official Main Venue of Coinfest Asia 2026, The World’s Crypto Festival Jakarta Hentikan Open Dumping di Bantargebang

News

Save the Children: Darurat Perlindungan Anak di Tengah Ancaman Kekerasan dan Ketertinggalan Pendidikan

badge-check

Save the Children: Darurat Perlindungan Anak di Tengah Ancaman Kekerasan dan Ketertinggalan Pendidikan Perbesar


MATRASNEWS, JAKARTA – Hari Anak Nasional 2026 menjadi panggung bagi Save the Children Indonesia untuk mengingatkan kembali urgensi kolaborasi lintas sektor. Momentum yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” ini mereka gunakan untuk meluncurkan Festival Pahlawan Anak sebagai wadah aksi nyata, di tengah data memilukan yang masih membayangi masa depan generasi penerus bangsa. Kondisi darurat perlindungan anak di Indonesia tidak bisa lagi sekadar menjadi bahan perbincangan tahunan.

Peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni. Merujuk pada Profil Anak Indonesia 2025 yang diterbitkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), sebanyak 29,8 juta anak masih mengalami ketertinggalan pembelajaran, sementara prevalensi stunting bertahan di angka 19,8 persen.

Lebih mengkhawatirkan, data SIMFONI-PPA mencatat lebih dari 15.300 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 12.160 kasus kekerasan fisik sepanjang 2025. Fakta paling mencengangkan, 60,1 persen dari kasus ini terjadi di lingkungan rumah, tempat yang seharusnya menjadi benteng terakhir perlindungan bagi anak.

Menanggapi kondisi tersebut, Dessy Kurwiany Ukar, CEO & Chairperson Save the Children Indonesia, menegaskan bahwa perubahan nyata memerlukan kerja sama berkelanjutan. “Hari Anak Nasional bukan satu-satunya waktu untuk berbicara tentang anak. Momentum ini mengingatkan kita bahwa pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab yang harus diwujudkan setiap hari,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kejari Bogor Tahan ASN Tersangka Korupsi RSUD Parung Capai Rp9,17 Miliar

24 Juli 2026 - 01:57 WIB

WVI Soroti 5 Isu Penting Terkait Perlindungan Anak Jelang Hari Anak Nasional

24 Juli 2026 - 00:52 WIB

Jakarta Hentikan Open Dumping di Bantargebang

24 Juli 2026 - 00:28 WIB

Air Kali Bekasi Menghitam, DLH Kota Bekasi Lacak Sumber Pencemaran di Hulu

23 Juli 2026 - 00:07 WIB

DPRD DKI Dorong Payung Hukum Pembiayaan Kreatif

23 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di News