Menu

Mode Gelap
Camat Rawalumbu Tuntaskan Pengaduan Ijazah Warga Klaim Nasabah Berstatus Inkrah, Sompo Insurance Masih Telaah Wali Kota Bekasi Raih Penghargaan Nasional Pendorong Ekonomi Respons Cepat Laporan Warga, Camat Jatiasih Pimpin Aksi ‘Jumat Tali Kasih Kebakaran Landa Rumah di Aren Jaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik Ini Daftar 61 Sekolah Swasta Gratis di Kota Bekasi

News

Waste Hub Selamatkan Setengah Ton Sampah dari Green Run dan AIGIS 2025

badge-check


					Waste Hub Selamatkan Setengah Ton Sampah dari Green Run dan AIGIS 2025 Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Waste Hub berhasil mengolah dan menyelamatkan sekitar setengah ton sampah yang dihasilkan dari kegiatan Green Run dan The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang digelar awal Agustus lalu.

Pencapaian tersebut dipaparkan langsung oleh Founder Waste Hub, Ranitya Nurlita Hadadah, dalam sesi pemaparan di acara AIGIS 2025 di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

“Kalau sampah tidak dipilah, pada akhirnya akan berakhir di TPA dan sebagian masuk ke laut. Padahal, sampah organik bisa dijadikan kompos, sampah daur ulang bisa dimanfaatkan kembali,” jelas Nurlita.

Dalam gelaran Green Run (3/8), timnya mampu mengolah sekitar 200 kg sampah hanya dalam dua jam. Sampah dipilah menjadi organik (20%), daur ulang (31%), dan residu. Sementara pada AIGIS 2025 yang berlangsung tiga hari, fokus diberikan pada sampah daur ulang, dengan 60 kg sampah seperti plastik PP, botol PET, dan kardus berhasil diselamatkan dari tempat pembuangan akhir (TPA).

Dari total setengah ton sampah yang terkelola, lebih dari 30%-nya merupakan sampah yang dapat didaur ulang. Nurlita mengakui bahwa meski belum mencapai zero waste, prinsip less waste dan tanggung jawab bersama harus terus didorong.

“Yang paling penting adalah reduction. Sebelum sampah terbentuk, kita harus mengurangi produksinya,” tegasnya.

Waste Hub dalam kegiatannya menyediakan tempat sampah terpilah dengan kode warna dan mengedukasi peserta. Nurlita juga menyoroti bahwa sampah residu seperti plastik sachet dan styrofoam masih menjadi tantangan terbesar.

“Kesadaran memilah sampah dari sumber adalah kunci. Sampah residu masih paling banyak dan ini menjadi PR kita bersama,” tandasnya.

Dengan capaian ini, Waste Hub optimistis dapat terus mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di berbagai event besar, mendorong kolaborasi semua pihak untuk lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Respons Cepat Laporan Warga, Camat Jatiasih Pimpin Aksi ‘Jumat Tali Kasih

12 Juni 2026 - 12:42 WIB

Kebakaran Landa Rumah di Aren Jaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik

12 Juni 2026 - 12:24 WIB

Dengar Keluhan Warga, Yenny Dorong Normalisasi Kali Beringin

12 Juni 2026 - 00:35 WIB

Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Pasar Kranji Baru

12 Juni 2026 - 00:34 WIB

Rizki Topananda Kembali Ditunjuk Pimpin DPC PKB Kota Bekasi

11 Juni 2026 - 18:29 WIB

Rizki Topananda Kembali Ditunjuk Pimpin DPC PKB Kota Bekasi
Trending di News