Menu

Mode Gelap
Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola Kejari Bogor Tahan ASN Tersangka Korupsi RSUD Parung Capai Rp9,17 Miliar Save the Children: Darurat Perlindungan Anak di Tengah Ancaman Kekerasan dan Ketertinggalan Pendidikan WVI Soroti 5 Isu Penting Terkait Perlindungan Anak Jelang Hari Anak Nasional White Rock Beach Club Named Official Main Venue of Coinfest Asia 2026, The World’s Crypto Festival Jakarta Hentikan Open Dumping di Bantargebang

News

WVI Soroti 5 Isu Penting Terkait Perlindungan Anak Jelang Hari Anak Nasional

badge-check

WVI Soroti 5 Isu Penting Terkait Perlindungan Anak Jelang Hari Anak Nasional Perbesar


MATRASNEWS, JAKARTA – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Wahana Visi Indonesia (WVI) meluncurkan Laporan Program Kesejahteraan Anak 2025 (LPKA 2025). Laporan ini mengungkap capaian dan tantangan pemenuhan hak dasar anak di 53 kabupaten/kota di 14 provinsi.

Angelina Theodora, National Director WVI, menyampaikan bahwa indikator kesuksesan organisasi bukan terletak pada lama pendampingan, melainkan pada kekuatan komunitas lokal untuk berdiri mandiri.

“LPKA 2025 bukan sekadar angka keberhasilan WVI. Ketika anak-anak di pelosok diberikan ruang dan kapabilitas, mereka mampu menjadi aktor utama perubahan kebijakan di wilayahnya sendiri,” ujar Angelina dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

Program kesehatan terintegrasi dengan sanitasi berhasil menekan angka kerawanan pangan rumah tangga dari 27,5 persen (2022) menjadi 18,2 persen (2025). Sebanyak 52.251 anak terlibat langsung dalam program kesehatan, dengan pelatihan bagi 767 kader Posyandu untuk mengawal status gizi 21.602 balita.

WVI membangun 985 titik sambungan air bersih dan mendampingi fasilitas sanitasi bagi 3.668 rumah tangga. Hasilnya, 15.002 orang menikmati air minum layak dan 25 komunitas bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Di sektor pendidikan, WVI mendampingi 5.054 anak usia sekolah dasar di wilayah terpencil. Organisasi ini mendistribusikan 6.810 bahan ajar kontekstual berbasis bahasa ibu ke Rumah Baca lokal, serta memperluas pemetaan literasi ke Papua melalui kampanye “Baca Tanpa Batas”.

Program perlindungan anak melibatkan 105.132 anak secara aktif dan berhasil menurunkan angka kekerasan fisik serta psikologis oleh pengasuh. Di tingkat desa, WVI mendorong pengesahan 77 Peraturan Desa Perlindungan Anak Holistik. Di tingkat pusat, advokasi WVI memastikan keberlanjutan Dana Alokasi Khusus Perlindungan Perempuan dan Anak dalam UU APBN 2026.

Forum Anak yang dibina WVI melatih 5.272 remaja dalam kecakapan hidup dan advokasi berbasis riset. Sebanyak 24 anak perwakilan dari Palu, Lombok Timur, Landak, dan Jayapura melakukan riset mandiri bertajuk “Mengedepankan Perspektif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis”.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya
Trending di News