Menu ✖

Breaking News

News

1.585 Hektare Beralih ke Lahan Sawit, Koridor Gajah Sumatera Terancam Punah

badge-check

FOTO: kemunculan gajah Sumatera di area perkebunan dan pemukiman di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah Perbesar

FOTO: kemunculan gajah Sumatera di area perkebunan dan pemukiman di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah

MATRASNEWS, BENGKULU – Kawasan Bentang Alam Seblat di Provinsi Bengkulu, yang selama puluhan tahun menjadi rumah dan jalur hidup kritis bagi populasi terakhir gajah Sumatera, mengalami kerusakan parah. Data terkini mengungkap sekitar 1.585 hektare hutan di kawasan itu telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Perubahan besar ini secara langsung merusak dan memutus koridor migrasi alami satwa dilindungi tersebut. Kawasan yang seharusnya menjadi zona aman bagi konservasi justru menjadi cerminan kemunduran upaya perlindungan keanekaragaman hayati.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Rohmat Marzuki, dalam kesempatan terpisah, mengonfirmasi betapa kritisnya situasi di lapangan. “Gajah sumatera yang hidup di Bentang Sebelat, Provinsi Bengkulu, tersisa 25 ekor,” katanya. Pernyataan itu mempertegas bahwa ancaman terhadap populasi satwa ikonis Indonesia itu sudah berada di tingkat darurat.

Bentang Alam Seblat merupakan bagian dari ekosistem Bukit Barisan Selatan yang vital. Koridor hutannya berfungsi sebagai penghubung antar populasi, tempat mencari pakan, serta ruang jelajah esensial bagi mamalia besar seperti gajah. Hilangnya hamparan hutan seluas itu dinilai para pegiat konservasi sebagai pukulan telak yang mendorong spesies terancam punah ini makin terdesak ke jurang kepunahan.

Alih fungsi lahan di kawasan bernilai konservasi tinggi ini diduga kuat terjadi akibat lemahnya penegakan hukum dan tumpang tindih regulasi. Aktivitas pembukaan lahan untuk sawit diyakini telah menggerogoti kawasan hutan yang seharusnya terlindungi berdasarkan fungsinya.

Para pemerhati lingkungan mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan intervensi. Langkah mendesak yang dituntut antara lain moratorium izin baru di sekitar koridor Seblat, penegakan hukum terhadap pelaku deforestasi ilegal, dan restorasi ekosistem di area yang telah terdegradasi.

Jika tidak ada tindakan tegas dan koordinasi yang solid, kekayaan biodiversitas Bengkuku ini diprediksi hanya akan tinggal cerita. Nasib 25 ekor gajah Sumatera di Seblat menjadi penanda apakah komitmen konservasi Indonesia masih memiliki ruang di tengah tekanan ekonomi, atau telah kalah oleh kepentingan jangka pendek.

Cek Berita lain di Google News

 

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kementan Alihkan Anggaran Rp3,7 Triliun untuk Petani dan Peternak

29 Okt 2026 - 02:06 WIB

Kementan Alihkan Anggaran Rp3,7 Triliun untuk Petani dan Peternak

Menko Polkam di Timika: Stabilitas Keamanan Papua Harus Sejalan dengan Kesejahteraan

28 Okt 2026 - 12:13 WIB

Menko Polkam di Timika: Stabilitas Keamanan Papua Harus Sejalan dengan Kesejahteraan

Kemkomdigi dan Polri Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Digital

28 Okt 2026 - 00:13 WIB

Kemkomdigi dan Polri Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Digital

Dokumen Asli Tak Tersedia, Forensik Independen Tetap Bisa Mengkaji Salinan

27 Okt 2026 - 18:30 WIB

Dokumen Asli Tak Tersedia, Forensik Independen Tetap Bisa Mengkaji Salinan

Tri Adhianto Serahkan 600 Sertifikat Tanah PTSL kepada Warga Kota Bekasi

27 Okt 2026 - 14:11 WIB

Tri Adhianto Serahkan 600 Sertifikat Tanah PTSL kepada Warga Kota Bekasi
Trending di News