MATRASNEWS, JAKARTA – Pasar Modal Indonesia memperingati 49 tahun diaktifkannya kembali perdagangan saham pada 10 Agustus 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), sekaligus memasuki fase baru pengembangan instrumen investasi tahun ini.
Peringatan ini merujuk pada pengaktifan kembali kegiatan pasar modal oleh Presidsen Soeharto pada 10 Agustus 1977 setelah mengalami kevakuman panjang.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir dalam seremoni tersebut menyampaikan bahwa diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia merupakan momentum untuk terus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan internasional dan nasional, karena Pasar Modal selalu merupakan proksi ekonomi yang dilihat oleh para investor terutama pada saat-saat yang sangat strategis.
“Saya juga mengapresiasi reformasi yang telah dilakukan dan berharap sektor keuangan makin kredibel dalam inovatif dan berdaya saing,” kata Airlangga di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga mengapresiasi reformasi integritas Pasar Modal Indonesia yang telah dilakukan OJK bersama SRO, sehingga diharapkan Pasar modal bisa hadir sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin dalam, liquid, trustable dan credible serta berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi.
Dalam kesempatan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal ini juga digelar peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai produk baru investasi yang diperdagangkan di bursa saham.
“Saat ini kita sudah siap untuk meluncurkan ETF Emas di Indonesia sekaligus menandai perluasan pasar bulion sebagai quick win dalam delapan rencana aksi, yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi melalui ETF Emas,” terang Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam kesempatan yang sama.
Friderica menyampaikan bahwa instrumen investasi ETF Emas yang baru saja diluncurkan, telah mendapatkan kesesuaian prinsip syariah berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sementara itu, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat berharap instrumen investasi ETF Emas bisa menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal Indonesia.
Hal senada disampaikan Airlangga Hartarto yang mengharapkan produk ETF Emas bisa memperkuat perekonomian nasional sebagai bagian dari pendalaman pasar.











Komentar ditutup.