Polda Metro Jaya memastikan laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung tetap digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan kehadiran Jakmania. Pelatih Shin Tae-yong menyampaikan pesan emosional jelang laga pertamanya di SUGBK.
MATRASNEWS, JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya mengeluarkan izin keamanan untuk pertandingan Super League 2026/2027 antara Persija Jakarta dan Persib Bandung. Laga bertajuk El Clasico Indonesia itu berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (12/9/2026) pukul 15.30 WIB.
Panitia pelaksana menyiapkan 60 ribu lembar tiket bagi The Jakmania yang ingin menyaksikan langsung duel klasik tersebut. Keputusan ini menandai kembalinya laga Persija melawan Persib di Jakarta setelah terakhir kali digelar pada Juli 2019.
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengaku merasakan momen istimewa menjelang pertandingan tersebut. Jurusan pelatih asal Korea Selatan itu menyebut laga ini sebagai pengalaman pertamanya memimpin Persija di hadapan puluhan ribu suporter di SUGBK.
“Ini adalah pertandingan pertama saya di SUGBK sejak jadi pelatih Persija. Saya merasa sangat emosional dan bahagia,” kata Shin Tae-yong dalam sesi konferensi pers.
Shin Tae-yong menyampaikan pesan tegas kepada The Jakmania yang akan memadati stadion. Ia meminta para pendukung menjaga ketertiban sepanjang pertandingan berlangsung, terlepas dari hasil akhir yang diraih timnya.
“Saya ingin berpesan, tidak peduli kami melawan Persib, Bali United, atau Dewa United, para fans harus selalu tertib dan tidak boleh ada masalah,” ujarnya.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga menyoroti peran wasit dalam pertandingan sepak bola. Menurutnya, keputusan wasit merupakan bagian tak terpisahkan dari jalannya pertandingan.
“Wasit bisa saja membuat keputusan yang salah atau membuat keputusan yang benar, tetapi pertandingan tetaplah pertandingan,” kata Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong berharap dukungan The Jakmania tetap mengalir meskipun hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Ia menekankan bahwa cinta kepada Persija harus melampaui kekecewaan terhadap hasil di lapangan.
Polda Metro Jaya menyiapkan skema pengamanan berlapis untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan. Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri memantau langsung kesiapan personel di sekitar kawasan stadion.
Polisi menerapkan penyekatan di sejumlah titik dan berkoordinasi dengan kepolisian Jawa Barat untuk mengantisipasi pergerakan suporter. Operator kompetisi juga menyiapkan sistem Sobat Liga dengan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi suporter yang melakukan tindakan anarkis.
Panitia menegaskan bahwa suporter yang terbukti melakukan aksi anarkis akan dikenai sanksi larangan menonton pertandingan seumur hidup. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama selama kompetisi berlangsung.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.