MATRASNEWS, JAKARTA – Ananda Sukarlan Award (ASA) 2027 mengangkat karya Ludwig van Beethoven untuk memperingati 200 tahun wafatnya komponis legendaris asal Jerman tersebut. Kompetisi musik klasik ini mewajibkan setiap peserta membawakan satu atau lebih karya Beethoven dalam seleksi menuju babak final pada 24–25 Juli 2027 di Jakarta.
Kebijakan tersebut menjadi cara ASA memperkenalkan musik klasik kepada generasi baru sekaligus memperluas ruang bagi musisi Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka. Penyelenggara membuka kompetisi bagi seluruh warga negara Indonesia, baik yang tinggal di dalam maupun luar negeri.
Dua Jalur Menuju Final
Peserta dapat menempuh dua jalur untuk mencapai final ASA 2027. Jalur pertama melalui Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) 2026. Sejumlah pemenang Grand Final KPN+ akan memperoleh Golden Ticket yang membawa mereka langsung ke final ASA tanpa mengikuti semifinal.
Jalur kedua terbuka melalui seleksi video YouTube. Peserta harus mengunggah seluruh karya dalam satu video utuh tanpa penyuntingan potongan penampilan.
Peserta wajib mencantumkan judul karya dan nama komponis secara lengkap pada keterangan video. Untuk kategori musik kamar atau chamber music, peserta juga harus menuliskan nama seluruh pemain.
Batas akhir pengunggahan video jatuh pada 26 Maret 2027 pukul 23.59 WIB. Panitia merencanakan pengumuman finalis melalui akun Instagram @anandasukarlan paling lambat 26 April 2027.
Beethoven Jadi Karya Wajib
Pianis dan komponis Ananda Sukarlan menjelaskan bahwa peserta perlu memilih repertoar Beethoven sesuai kategori dan tingkat kemampuan masing-masing. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh instrumen, vokal klasik, penampilan solo, maupun kelompok musik kamar.
ASA juga menganjurkan peserta memainkan karya Ananda Sukarlan yang memiliki kaitan dengan Beethoven. Pilihan untuk kategori profesional antara lain No More Moonlight Over Jakarta dan Rapsodia Nusantara No. 44.
Sementara itu, kategori Young Artist dapat memilih Because It’s Moonlight Sonata, Prelude & Fugue on Angso Duo, atau Amelia Thinks Classical Music Is Boring.
Ananda menegaskan bahwa kompetisi bukan sekadar mengejar kemenangan. Menurut dia, keberanian tampil dan kemauan belajar dari hasil kompetisi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang musisi.
Mencetak Musisi Klasik Indonesia
ASA berdiri pada 2008 atas prakarsa Pia Alisjahbana, pendiri Femina Group. Kompetisi tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu wadah pembinaan musisi klasik Indonesia.
Sejumlah alumninya kini berkiprah di dunia musik, antara lain penyanyi Isyana Sarasvati dan Mariska Setiawan, serta pianis Calvin Abdiel Tambunan, Congyu Wang, dan Edith Widayani.
Ananda bersama manajernya, Chendra Effendy Panatan, juga mengembangkan Kompetisi Piano Nusantara sejak 2016. Setelah melewati masa vakum akibat pandemi, kompetisi itu memperluas cakupan melalui KPN+ dengan membuka kategori berbagai instrumen dan vokal klasik.
Menurut keterangan penyelenggara, KPN+ pada 2025 menarik 587 peserta. Jumlah peserta pada 2026 telah melampaui 600 orang, dengan kompetisi berlangsung di 11 kota.
Program Golden Ticket menghubungkan kedua kompetisi tersebut. Peserta KPN+ yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses langsung menuju final ASA, sehingga jalur pembinaan musisi muda memiliki kesinambungan.
Jejak Ananda dalam Perayaan Beethoven
Pada 2019, Ananda Sukarlan terpilih sebagai satu dari 32 komponis dunia dalam proyek 32 Bright Clouds di Amerika Serikat. Proyek tersebut merayakan 250 tahun kelahiran Beethoven melalui penciptaan karya baru yang terinspirasi dari sonata sang komponis.
Ananda memilih Moonlight Sonata sebagai inspirasi dan menciptakan No More Moonlight Over Jakarta. Pianis Yael Weiss kemudian membawakan karya tersebut di berbagai negara.
Pengalaman itu memberi konteks tersendiri bagi ASA 2027. Perayaan Beethoven tidak hanya menghadirkan kembali komposisi klasik, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta untuk memahami pengaruhnya terhadap penciptaan musik masa kini.
Melalui kewajiban memainkan karya Beethoven, ASA 2027 menggabungkan penghormatan terhadap sejarah musik dengan pengembangan talenta Indonesia. Babak final pada Juli 2027 akan menjadi puncak proses seleksi yang berlangsung melalui jalur video maupun KPN+.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.