Menu

Mode Gelap
SMARTFREN Luncurkan Rangkaian Promo dan Program Digital Buka Puasa dengan Nuansa Tradisi di Horison Iswara Bekasi Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars Dicoding dan Kemenko PMK Luncurkan Platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI untuk Masyarakat Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang

News

Apel Akbar Anti Premanisme Bakal Digelar, Kesbangpol Kota Bekasi Tegaskan Kepatuhan Ormas pada Aturan

badge-check


					Apel Akbar Anti Premanisme Bakal Digelar, Kesbangpol Kota Bekasi Tegaskan Kepatuhan Ormas pada Aturan Perbesar

Matras News, Bekasi – Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Nesan, menegaskan bahwa seluruh organisasi masyarakat (ormas) wajib mematuhi aturan hukum, termasuk larangan penggunaan atribut loreng (roreng) yang diatur oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pernyataan ini disampaikan menanggapi polemik seragam ormas yang kerap memicu kontroversi.

“Aturan yang dikeluarkan sekelas menteri harus menjadi landasan hukum kita. Saya harap ormas mana pun, baik yang tidak berwarna atau berwarna loreng maupun lainnya, patuh pada ketentuan ini,” ujar Nesan pada, Rabu 2 Juli 2025.

Ia menekankan bahwa larangan atribut loreng tidak hanya terbatas pada warna tertentu, seperti hijau atau motif militer, tetapi mencakup semua variasi loreng. “Negara ini diatur oleh hukum. Ngapain bikin ormas kalau ujung-ujungnya melanggar dan kena sidak?” tegasnya.

Nesan juga mengingatkan bahwa eksistensi ormas seharusnya dinilai dari kontribusi nyata, bukan dari seragam. “Booming-nya bukan dari baju, tapi dari kemampuan dan kepedulian untuk sesama,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Bekasi bersama pemerintah pusat akan menggelar Apel Akbar Penindakan Premanisme Dan Gangguan Terhadap Iklim Investasi.

Kegiatan ini rencananya digelar pada 7 Juli 2025 di Kabupaten Bekasi, melibatkan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Kemendagri, TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

“Kami sedang mematangkan rencana ini. Awalnya direncanakan tanggal 3 Juli, tetapi bertepatan dengan Hari Bhayangkara dan persiapan yang terlalu mepet,” jelas Nesan.

Apel akbar ini akan fokus pada penertiban ormas yang berpotensi melakukan premanisme dan mengganggu stabilitas, terutama di wilayah penyangga Jakarta seperti Kota dan Kabupaten Bekasi. “Ini upaya serius untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif,” pungkasnya.

Nesan mengaku telah dua kali mengikuti rapat koordinasi terkait apel ini. Menurutnya, penindakan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan diikuti operasi lapangan untuk membersihkan ormas-ormas ilegal.

“Kami tidak ingin ada lagi ormas yang memakai atribut ambigu atau bertindak di luar hukum. Masyarakat butuh rasa aman, bukan intimidasi,” tegasnya.

Pemantauan khusus akan dilakukan di Bekasi, mengingat wilayah ini kerap menjadi lokasi konflik ormas. Apel akbar ini juga diharapkan menjadi sinergi antara Pemprov Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam menangani premanisme.

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

21 Februari 2026 - 01:01 WIB

Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars

21 Februari 2026 - 00:55 WIB

Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars

5 Fakta Penting Akses Air Bersih di Sumba Barat Daya NTT

20 Februari 2026 - 00:47 WIB

5 Fakta Penting Akses Air Bersih di Sumba Barat Daya NTT

KAI Siapkan Kereta Mewah Bertema Heritage, Target Uji Coba Juni 2026

20 Februari 2026 - 00:40 WIB

KAI Siapkan Kereta Mewah Bertema Heritage, Target Uji Coba Juni 2026

BPS Ground Check Ulang Penerima PBI JKN yang Nonaktif, Targetkan 11 Juta Jiwa

20 Februari 2026 - 00:32 WIB

BPS Ground Check Ulang Penerima PBI JKN yang Nonaktif, Targetkan 11 Juta Jiwa
Trending di News
error: Matras News