Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memantau ketat sejumlah bandara di Kalimantan. Di Kalimantan Timur, tujuh bandara diawasi termasuk Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan APT Pranoto, meskipun sebagian besar masih beroperasi normal. Di Kalimantan Tengah, selain Bandara Iskandar yang alami delay, Bandara Tjilik Riwut dan lainnya juga dalam pantauan. Sementara di Kalimantan Utara, dari enam bandara yang dipantau, Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan dilaporkan masih normal.
Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. Operator penerbangan wajib menyesuaikan jadwal jika jarak pandang tidak memenuhi syarat. “Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Lukman.
Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, Kemenhub berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau pergerakan asap dan arah angin. Data BMKG per 20 Agustus 2026 menunjukkan ada 1.106 titik panas di Kalimantan, dengan sebaran asap bergerak ke arah barat-timur laut. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke wilayah terdampak diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai dan petugas bandara.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.