Peluncuran kemitraan strategis senilai AUD 600 juta ini menandai babak baru kolaborasi bilateral di sektor energi bersih dan infrastruktur berkelanjutan, dengan fokus pada transisi energi yang inklusif.
MATRASNEWS, JAKARTA – Indonesia dan Australia secara resmi meluncurkan Kemitraan Iklim, Energi Terbarukan, dan Infrastruktur (KINETIK), sebuah program unggulan senilai AUD 600 juta yang dirancang untuk mendukung investasi infrastruktur hijau di Indonesia selama dekade mendatang. Peluncuran berlangsung di Kementerian Keuangan, dihadiri oleh Direktur Jenderal Stabilitas dan Pembangunan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin; Deputi Menteri Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Putut Hari Satyaka; serta Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath.
Kemitraan ini merupakan tindak lanjut kesepakatan Indonesia-Australia Climate and Infrastructure Partnership yang diumumkan pada Annual Leaders Meeting 2022 lalu. Berbeda dari skema bantuan pembangunan konvensional, KINETIK mengusung pendekatan blended finance yang menggabungkan pendanaan publik, swasta, dan filantropi untuk menciptakan efek pengganda investasi.
“KINETIK mencerminkan kuatnya kemitraan Indonesia-Australia dan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif,” ujar Wakil Duta Besar Kamath. “Dengan menggabungkan keahlian dan investasi kedua negara, KINETIK akan menarik investasi untuk proyek energi bersih dan infrastruktur berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang baru dalam ekonomi hijau”.











Komentar ditutup.