MATRASNEWS, MEDAN – Dua kontainer berisi bantuan logistik dari masyarakat Jawa Timur untuk korban bencana alam di Aceh Tamiang tertahan di Sumatera Utara. Relawan pengirim, Posko Malang Bersatu-Gimbal Alas Indonesia, menyatakan kecewa atas penanganan pengiriman yang dinilai tidak transparan.
Menurut keterangan relawan, barang bantuan yang seharusnya bisa diambil langsung di Pelabuhan Belawan, justru dipindahkan ke gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara tanpa pemberitahuan sebelumnya. Perubahan prosedur ini menyebabkan mereka dikenai biaya pengangkutan sebesar Rp 2,4 juta dalam keterangan terhimpun dari medanundercove.
“Kami ini sukarelawan, semua gotong royong. Harusnya bantuan dipermudah agar cepat sampai ke Aceh Tamiang,” ujar perwakilan relawan, Dika, Sabtu (27/12/2025).
Ia menegaskan kesalahan prosedur bukan dari pihak relawan, namun mereka tetap dibebani biaya oleh BPBD Sumut dan PT Pelni Cabang Medan.
Hingga berita ini diturunkan, kedua kontainer tersebut belum dapat diterima akibat terkendala administrasi. Relawan mendesak adanya solusi cepat agar bantuan segera tiba di lokasi yang membutuhkan.
Upaya konfirmasi kepada BPBD Sumut dan PT Pelni Cabang Medan belum memperoleh tanggapan resmi saat publikasi ini.
Cek Berita lain di Google News











Komentar ditutup.