Menu ✖

Breaking News

News

Cegah Karhutla, Menteri LHK Undang Penyuluh Kehutanan Apel Siaga dan Temu Teknis

badge-check

Cegah Karhutla, Menteri LHK Undang Penyuluh Kehutanan Apel Siaga dan Temu Teknis Perbesar

Matras News – Para Penyuluh Kehutanan se-Indonesia hadir dalam apel siaga bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, baik secara faktual dan virtual pada Rabu (15/6) di Plaza Manggala Wanabhakti Jakarta.

Dalam Sambutannya Menteri LHK, Siti Nurbaya, mengatakan,”deforestrasi di Indonesia mencapai penurunan hingga 78% hingga penurunan gas karbondioksida yang disumbang dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpengaruh terhadap perubahan iklim.

“Peran penyuluh kehutanan dalam upaya penyadartahuan kepada masyarakat sangat penting, terutama dalam pencegahan karhutla. Saya sangat memahami jumlah penyuluh kehutanan saat ini baik ASN dan swadaya masyarakat masih belum mencukupi, jika dibandingkan dengan luasan kawasan hutan namun kita semua harus tetap semangat, bersama-sama dan berkesinambungan untuk terus berupaya memberikan penyadartahuan kepada masyarakat dalam segala aspek, salah satunya kebakaran hutan dan lahan, banjir dan longsor,” kata Siti Nurbaya.

Selanjutnya, Penyuluh Kehutanan ikut dalam temu teknis dalam menghadapi karhutla, banjir dan longsor. Dalam acara temu teknis dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi dua orang narasumber yaitu R. Basar Manullang, Direktur Pengendalian Karhutla dan Agus Salim, Daops Manggala Agni Muara Bulian Jambi.

Basar menyampaikan” penyebab utama karhutla yang terjadi 99% adalah manusia, diantaranya pembukaan lahan dengan cara dibakar, pembakaran hutan secara sengaja dan ada pula bekas api unggun yang belum padam.

“Sejak 2016 sampai 2022, luasan dan frekuensi terus mengalami penurunan. Hal ini disebabkan strategi pencegahan menjadi prioritas utama dalam pengendalian, dengan cara memberikan penyadartahuan dengan sosialisasi dan kampanye,”ucap Basar.

Ia menambahkan, Manggala Agni di lapangan juga memberikan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat seperti pembuatan arang dan briket.

(her)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kementan Alihkan Anggaran Rp3,7 Triliun untuk Petani dan Peternak

29 Okt 2026 - 02:06 WIB

Kementan Alihkan Anggaran Rp3,7 Triliun untuk Petani dan Peternak

Menko Polkam di Timika: Stabilitas Keamanan Papua Harus Sejalan dengan Kesejahteraan

28 Okt 2026 - 12:13 WIB

Menko Polkam di Timika: Stabilitas Keamanan Papua Harus Sejalan dengan Kesejahteraan

Kemkomdigi dan Polri Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Digital

28 Okt 2026 - 00:13 WIB

Kemkomdigi dan Polri Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Digital

Dokumen Asli Tak Tersedia, Forensik Independen Tetap Bisa Mengkaji Salinan

27 Okt 2026 - 18:30 WIB

Dokumen Asli Tak Tersedia, Forensik Independen Tetap Bisa Mengkaji Salinan

Tri Adhianto Serahkan 600 Sertifikat Tanah PTSL kepada Warga Kota Bekasi

27 Okt 2026 - 14:11 WIB

Tri Adhianto Serahkan 600 Sertifikat Tanah PTSL kepada Warga Kota Bekasi
Trending di News