Menu

Mode Gelap
SMARTFREN Luncurkan Rangkaian Promo dan Program Digital Buka Puasa dengan Nuansa Tradisi di Horison Iswara Bekasi Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars Dicoding dan Kemenko PMK Luncurkan Platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI untuk Masyarakat Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang

News

Dedi Mulyadi Minta Camat Lurah Keliling Pagi Jangan Cuma Duduk Baca Online

badge-check


					Dedi Mulyadi Minta Camat Lurah Keliling Pagi Jangan Cuma Duduk Baca Online Perbesar

Matras News – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa para camat dan lurah se-Jawa Barat harus aktif turun ke lapangan pagi hari sebelum masuk kantor. Menurutnya, pemimpin daerah harus menjadi penggerak, bukan hanya duduk di belakang meja.

“Pagi-pagi sebelum masuk kantor, mestinya keliling dulu. Lurah-lurah itu keliling dulu. Gang, mana-mana, semua bergerak,” kata Dedi dalam unggahan video akun media sosialnya.

Dedi menyayangkan kebiasaan sebagian pejabat yang hanya berdiam di kantor, mengobrol, atau sekadar membaca berita online tanpa aksi nyata.

“Kalau semua orang masuk kantor, diam, ngobrol, baca online, nggak produktif negara ini. Bapak lurah juga sama.

Yang diperlukan itu orang yang menggerakkan,” tegasnya. “Camat Bukan Tukang Sapu, Tapi Harus Turun Tunjuk Masalah”

Dedi menekankan bahwa peran camat dan lurah bukanlah mengerjakan pekerjaan fisik seperti menyapu atau membersihkan selokan, melainkan memastikan masalah teridentifikasi dan ditindaklanjuti.

“Pak. Camat dan lurah itu kan nggak nyapu, nggak ngangkat tanah. Cuma turun pagi-pagi, tunjukin. Ini kotor, Pak. Ini sapuin. Ini kerjaannya nggak baik lho, Pak. Ini cabutin rumputnya. Cuma nunjuk,” ujarnya.

Ia menduga minimnya pengawasan lapangan terjadi karena pejabat jarang turun. “Kenapa ini terjadi? Nggak pernah turun. Turun. Fokus kita ini kebersihan aja deh sama keindahan,” imbuhnya.

Dedi menjelaskan bahwa kebersihan dan keindahan lingkungan berdampak langsung pada ekonomi. “Karena efek dari kebersihan dan keindahan itu ekonomi. Kalau bersih dan indah, maka wisata jalan. Kalau wisata jalan, hotel penuh. Rumah makan, penuh. Kocotin uang penghasil. Hasil-hasil banyak duit,” paparnya.

Ia juga mengingatkan kepada camat, tidak boleh paraf atau tanda tangan tunjangan kinerja apabila stafnya setiap kali nggak kerja,” tegasnya.

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

21 Februari 2026 - 01:01 WIB

Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars

21 Februari 2026 - 00:55 WIB

Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Pelangi di Mars

5 Fakta Penting Akses Air Bersih di Sumba Barat Daya NTT

20 Februari 2026 - 00:47 WIB

5 Fakta Penting Akses Air Bersih di Sumba Barat Daya NTT

KAI Siapkan Kereta Mewah Bertema Heritage, Target Uji Coba Juni 2026

20 Februari 2026 - 00:40 WIB

KAI Siapkan Kereta Mewah Bertema Heritage, Target Uji Coba Juni 2026

BPS Ground Check Ulang Penerima PBI JKN yang Nonaktif, Targetkan 11 Juta Jiwa

20 Februari 2026 - 00:32 WIB

BPS Ground Check Ulang Penerima PBI JKN yang Nonaktif, Targetkan 11 Juta Jiwa
Trending di News
error: Matras News