Advertisement Section
Header AD Image

Desa Tetebatu NTB Menjadi Inspirasi dalam Pengembangan Desa Wisata

Matras News – Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan ke Desa Wisata Tetebatu, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/2/2022). Menparekraf dalam kunjungannya menyosialisasikan penyelenggaraan program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelumnya kembali menghadirkan program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang saat ini sudah memasuki tahap sosialisasi dan bimbingan teknis workshop yang akan berlangsung hingga 31 Maret 2022. Dalam bimtek, pengelola desa wisata akan diberikan materi mengenai tujuh kategori penilaian ADWI yang meliputi homestay, toilet, souvenir, konten digital, konten kreatif, CHSE, dan daya tarik wisata.

Pariwisata berbasis alam dan budaya saat ini menjadi pilihan utama wisatawan dalam berwisata. Hal ini sesuai dengan potensi pariwisata di Indonesia, salah satunya desa wisata.

“Menurut kami ini adalah yang akan menjadi fokus pengembangan kita, desa wisata Indonesia bangkit untuk memulihkan ekonomi kita. Karena begitu banyak masyarakat yang tersentuh dengan kegiatan kita,” kata Menparekraf Sandiaga.

Dikatakan Menparekraf Sandiaga, menurut laporan big data, program ADWI memberikan dampak terhadap kunjungan wisatawan hingga 30 persen, sehingga pendapatan masyarakat juga turut meningkat.

“Tahun ini dengan lebih banyak 3.000 desa wisata yang akan bergabung ke Jadesta (Jejaring Desa Wisata), saya cukup optimis kita bisa mendapatkan peningkatan kunjungan 25 persen dan peningkatan omset hingga 35 persen. Itu harapan kami,” ujarnya.

Sebagai desa yang terpilih menjadi nominasi dalam ajang “UNWTO Best Tourism Villages 2021″, Desa Tetebatu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lainnya yang ada di Indonesia, khususnya NTB. Menparekraf juga akan merancang beberapa program yang bisa dikolaborasikan dengan Desa Wisata Tetebatu.

“Sekarang kita lagi petakan bahwa Desa Wisata Tetebatu itu memerlukan beberapa kegiatan dan sekarang tim lagi memetakan, kita harapkan nanti sekaligus sosialisasi sampai tanggal 31 Maret 2022 ini bisa kita identifikasi apa bentuk kolaborasinya. Mudah-mudahan desa wisata tetebatu ini bisa menjadi inspirasi,” ungkap Sandiaga

Wisata alam di Desa Wisata Tetebatu sendiri menjadi magnet pemikat bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kawasan yang berada lembah Gunung Rinjani ini.

Dari Desa Wisata Tetebatu wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani. Selain indahnya hamparan sawah terasering, yang paling menggoda dari desa ini adalah dua air terjunnya, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Ulem-ulem.

Kemudian wisatawan juga bisa mengunjungi Hutan Monyet Hitam sebagai salah satu hewan endemik asli Tetebatu. Bagi yang hobi tracking, Desa Wisata Tetebatu juga mempunyai tempat jalan-jalan yang menyehatkan jiwa dan raga yakni di kebun kopi, cokelat, vanili, dan cengkeh milik masyarakat. Bahkan wisatawan bisa ikut menanam bibitnya, jika musim tanam sedang berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga memberikan bibit ikan di sebuah bendungan wisata Ulem-ulem. Sebagai simbol kebangkitan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Desa Wisata Tetebatu juga lengkap dengan wisata religi dan sejarahnya. Ada Wisma dr. Soedjono, yang dibangun oleh dokter pertama yang ada di Lombok Timur. Selain itu, ada Alquran kuno yang sudah berusia 200 tahun. Alquran yang terbuat dari bahan kayu dan kulit onta ini konon katanya merupakan asli tulisan tangan.

“Saya sangat terkesima, betul-betul pilihan dari UNWTO sebagai nominasi best tourism_village dijatuhkan kepada Desa Wisata Tetebatu. Karena disini ada daya tarik seperti Air Terjun Ulem-ulem, Wisma dr. Soedjono yang tadi saya kunjungi wisata berbasis sejarah, seni gendang beleq, juga ada budaya yang sangat kita perlu lestarikan,” kata Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga juga tak lupa mengimbau kepada masyarakat Tetebatu untuk mengambil peluang dalam ajang balap MotoGP, dengan menghadirkan berbagai produk ekonomi kreatif unggulannya.

“Saya mengingatkan di tengah-tengah perhelatan MotoGP ini agar desa wisata Tetebatu dan masyarakat mengambil peluang untuk menjual produk ekonomi kreatif, sehingga peningkatan usaha dan membuka lapangan kerja. Tentunya ini adalah bagian dari pada memulihkan ekonomi,” kata Menparekraf.

(her)