MATRASNEWS, CIREBON – Dinas Pertanian Cirebon mengaku terkejut dengan ditemukannya tanaman kelapa sawit di lahan seluas 6,5 hektare di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman. Lokasi yang selama ini dikenal sebagai kawasan hutan dan penyangga mata air itu tiba-tiba berubah menjadi kebun komoditas yang bukan unggulan daerah.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Durahman, mengungkapkan pihaknya belum mengetahui kronologi pasti penanaman tersebut. “Kami juga kaget. Padahal sawit bukan komoditas unggulan di Kabupaten Cirebon,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Durahman menegaskan, pengembangan perkebunan di Cirebon seharusnya diarahkan pada komoditas yang sesuai dengan kondisi agroekologi dan daya dukung lingkungan setempat. Keberadaan sawit di daerah resapan air dinilai tidak tepat.
Temuan ini semakin relevan seiring dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur Jawa Barat yang mengatur kebijakan kelapa sawit. Poin penting dalam surat edaran itu menginstruksikan agar area sawit dialihkomoditasikan secara bertahap ke tanaman unggulan Jawa Barat atau lokal, disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Kebijakan tersebut bertujuan untuk pelestarian fungsi ekologis, konservasi tanah dan air, serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan. Pemerintah daerah juga diinstruksikan untuk melakukan inventarisasi, pemetaan, serta pembinaan kepada petani terkait hal ini.
Kejadian di Desa Cigobang diperkirakan akan memicu pemeriksaan lebih lanjut dan langkah tegas sesuai arahan gubernur untuk mengembalikan fungsi lahan.
Cek Berita lain di Google News











