Menu

Mode Gelap
POP! Hotel Pasar Baru Jakarta Hadirkan Nusantara Iftar 2026 dengan Rasa Khas Indonesia DPRD Provinsi Jabar Ronny Hermawan Minta Pelajar Aktif Kontrol Pendidikan Lewat Medsos FLAsia 2026, Asia’s Leading Franchising and Licensing Show, returns with new vision at the helm Jam Kerja Panjang Jadi Momok 37 Juta Pekerja Indonesia, Sektor Informal Paling Terdampak Mahasiswa Asal Bengkulu Raih IPK 3,91 di Semester Pertama FKUI G ONE Seaweed Resmi Diluncurkan, Jawaban Sehat untuk Gaya Hidup Urban

Gaya Hidup Sehat

Dinkes DKI Jakarta Ajak Warga Tak Panik Isu Superflu


					Dinkes DKI Jakarta Ajak Warga Tak Panik Isu Superflu Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Di tengah meningkatnya perbincangan publik mengenai Superflu (super flu), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk menyikapi informasi kesehatan dengan jernih, berbasis data, dan tanpa kepanikan.

Ajakan ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, dalam sebuah kegiatan edukasi kesehatan, Jumat (9/1/2026). “Yang terpenting adalah tetap tenang. Istilah ‘superflu’ bukan penyakit baru, melainkan merujuk pada subtipe influenza tertentu yang perlu diwaspadai dengan cara tepat,” ujar Ani.

Ia mengakui derasnya arus informasi digital kerap menyebabkan informasi kesehatan diterima secara sepotong dan memicu kecemasan berlebihan. “Peran pemerintah krusial untuk menghadirkan penjelasan yang utuh, akurat, dan mudah dipahami,” tambahnya.

Majalah Matras scaled

Ani menegaskan, DKI Jakarta hingga saat ini belum termasuk wilayah dengan temuan kasus Influenza A subtipe H3N2 subclade K. Namun, sebagai kota dengan mobilitas tinggi, kewaspadaan tetap diperlukan. “Kewaspadaan itu penting, tetapi jangan sampai berubah menjadi kepanikan. Dengan pengetahuan benar, masyarakat bisa melindungi diri,” tegasnya.

Pernyataan ini sejalan dengan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hingga akhir Desember 2025, situasi Influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia dinilai masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.

Hasil surveilans nasional menunjukkan, meski influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus justru menurun dalam dua bulan terakhir. Pemeriksaan whole genome sequencing per 25 Desember 2025 mencatat 62 kasus subclade K di delapan provinsi, dengan mayoritas pasien mengalami gejala ringan hingga sedang. Secara global, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan varian ini tidak menunjukkan gejala yang lebih berat dari flu musiman.

Baik Pemprov DKI maupun Kemenkes menekankan, pencegahan terbaik berakar pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, dan etika batuk masih sangat efektif. Ini bukan hal baru, tetapi dampaknya besar,” pungkas Ani.

Ia juga menyoroti peran strategis guru, tenaga kesehatan, dan kader masyarakat sebagai penyambung informasi yang benar.

Melalui edukasi berkelanjutan dan penyampaian data transparan, pemerintah berharap masyarakat semakin cerdas menyikapi isu kesehatan, tidak mudah terpengaruh informasi tidak terverifikasi, dan menjadikan PHBS sebagai kebiasaan sehari-hari.

 

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Primaya Hospital Bekasi Timur Gelar Doctor’s Award

26 Januari 2026 - 03:47 WIB

Primaya Hospital Bekasi Timur Gelar Doctor's Award

Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

23 Januari 2026 - 18:17 WIB

Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

Dokter Davie, Spesialis Gizi Primaya Hospital Bekasi Barat: Food Genomics Mulai Dilirik untuk Pola Makan Berbasis DNA

12 Januari 2026 - 12:48 WIB

Dokter Davie, Spesialis Gizi Primaya Hospital Bekasi Barat Food Genomics Mulai Dilirik untuk Pola Makan Berbasis DNA

RS Awal Bros Batam Torehkan Sejarah, Sukses Lakukan Operasi Robotik Ortopedi Pertama

7 Januari 2026 - 02:20 WIB

RS Awal Bros Batam Torehkan Sejarah, Sukses Lakukan Operasi Robotik Ortopedi Pertama

Radioterapi Pasien Kanker Serviks, Ini Kata dr. Fauzan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Primaya Hospital Bekasi Barat

2 Januari 2026 - 03:04 WIB

Radioterapi Pasien Kanker Serviks, Ini Kata dr. Fauzan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Primaya Hospital Bekasi Barat
Trending di Gaya Hidup Sehat
error: Matras News