Menu

Mode Gelap
WaterBoom Lippo Cikarang Hadirkan Paket Splash and Snack Deal, Liburan Air Plus Cemilan Adira Finance Luncurkan HASANAH, Solusi Pembiayaan Syariah untuk Porsi Haji Plus di Adira Expo Solo Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

Gaya Hidup Sehat

Radioterapi Pasien Kanker Serviks, Ini Kata dr. Fauzan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Primaya Hospital Bekasi Barat


					Radioterapi Pasien Kanker Serviks, Ini Kata dr. Fauzan Dokter Spesialis Onkologi  Radiasi Primaya Hospital Bekasi Barat Perbesar

MATRASNEWS, BEKASI – Di tengah angka kejadian kanker serviks di Indonesia yang masih tinggi, yakni sekitar 36.000 kasus baru per tahun, kemajuan teknologi radioterapi presisi tinggi membawa angin harapan baru. Teknologi ini meningkatkan efektivitas dan kenyamanan terapi, tidak hanya untuk kanker serviks tetapi juga kanker ginekologi lainnya.

Fauzan Herdian, Sp.Onk.Rad, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi di Primaya Hospital Bekasi Barat, menyatakan bahwa radioterapi menjadi bagian penting bagi 50-60% pasien kanker. “Dengan meningkatnya kesadaran skrining, banyak pasien terdeteksi di stadium II-III yang masih dapat ditangani optimal dengan radioterapi,” ujarnya.

Dalam penanganan kanker serviks, radioterapi dilakukan dengan dua pendekatan: radioterapi eksternal dan brakiterapi (penempatan sumber radiasi dekat tumor). Perkembangan teknologi kini menghadirkan teknik presisi seperti Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT) dan Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT).

Majalah Matras scaled

“Dengan teknik modern seperti IMRT dan VMAT, radiasi bisa ditargetkan lebih akurat ke sel tumor, meminimalkan dampak pada jaringan sehat. Tingkat keberhasilan meningkat sementara efek samping lebih terkontrol,” jelas dr. Fauzan.

Efek samping radioterapi umumnya bersifat lokal dan sementara, seperti iritasi kulit atau gangguan pencernaan. Layanan radioterapi komprehensif dengan teknologi ini telah tersedia di Primaya Hospital Tangerang dan Primaya Hospital Bekasi Barat.

Deteksi Dini Kunci Utama
Para ahli menekankan, kunci utama melawan kanker serviks tetap pada deteksi dini. Peluang kesembuhan bisa mendekati 100% jika ditemukan pada stadium sangat awal atau fase pra-kanker.

Skrining rutin dianjurkan melalui Pap smear setiap 3-5 tahun setelah menikah atau tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) sebagai alternatif yang lebih terjangkau.

“Radioterapi bukan lagi terapi yang menakutkan. Dengan teknologi modern dan deteksi dini, ini menjadi solusi yang memberi harapan besar bagi pasien untuk sembuh dan kembali produktif,” pungkas dr. Fauzan.

 

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

23 Januari 2026 - 18:17 WIB

Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

Dokter Davie, Spesialis Gizi Primaya Hospital Bekasi Barat: Food Genomics Mulai Dilirik untuk Pola Makan Berbasis DNA

12 Januari 2026 - 12:48 WIB

Dokter Davie, Spesialis Gizi Primaya Hospital Bekasi Barat Food Genomics Mulai Dilirik untuk Pola Makan Berbasis DNA

Dinkes DKI Jakarta Ajak Warga Tak Panik Isu Superflu

10 Januari 2026 - 02:32 WIB

Dinkes DKI Jakarta Ajak Warga Tak Panik Isu Superflu

RS Awal Bros Batam Torehkan Sejarah, Sukses Lakukan Operasi Robotik Ortopedi Pertama

7 Januari 2026 - 02:20 WIB

RS Awal Bros Batam Torehkan Sejarah, Sukses Lakukan Operasi Robotik Ortopedi Pertama

RS Karunia Kasih Jatiwaringin dan Bank BTN Gelar Workshop Manajemen Keuangan

30 Desember 2025 - 02:56 WIB

IMG 20251220 WA0065 copy 1094x821
Trending di Gaya Hidup Sehat
error: Matras News