Menu

Mode Gelap
Masuk Usia ke 10, Vasaka Hotel Jakarta Gelar Media Gathering Wamen Ekraf Dukung Industri Musik Lewat Indonesian Idol Kokola Group Salurkan Sapi Limosin untuk Qurban Bagikan Bubur Gratis, Hotel 88 Bekasi Tebar Kepedulian Hari Kelima Korban Hanyut di Kali Bekasi Ditemukan Tutup Usia Airbnb Kini Tawarkan Layanan Jemput Bandara Hingga Titip Koper untuk Liburan Anti Ribet

Seni & Budaya

Diplomasi Budaya Indonesia Bersinar di Canberra, Angklung Persatukan Indonesia dan Australia


					Diplomasi Budaya Indonesia Bersinar di Canberra, Angklung Persatukan Indonesia dan Australia Perbesar

MatrasNews – Diplomasi budaya Indonesia kembali mendapat sorotan internasional. Tim Muhibah Angklung asal Bandung, Jawa Barat, menorehkan prestasi gemilang dengan tampil memukau dalam resepsi diplomatik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra di Albert Hall, Selasa (2/9/2025).

Dalam acara bertajuk tinggi tersebut, tim memainkan lagu kebangsaan kedua negara, “Indonesia Raya” dan “Advance Australia Fair,” dengan menggunakan angklung. Instrumen tradisional yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda ini berhasil memukau ratusan tamu undangan.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat puncak Australia, seperti Menteri Luar Negeri Penny Wong, Menteri Pembangunan Internasional Dr. Anne Aly, dan Panglima Besar Australia Simon Andrew Stuart. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya momentum budaya ini dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, menyampaikan apresiasinya. “Biasanya resepsi dihadiri 400 orang, tapi malam ini ada 570 tamu. Semua ingin melihat angklung dari Indonesia. Angklung terbukti mampu menjadi medium budaya yang diterima masyarakat internasional,” ujar Siswo.

Menlu Penny Wong dalam sambutannya menyampaikan penghormatan khusus. “Selamat ulang tahun ke-80 Republik Indonesia. Australia akan selalu hadir sebagai tetangga dekat. Malam ini menjadi kesempatan merenungkan sejarah luar biasa dan menyambut babak baru dalam kisah persahabatan kedua negara,” ucapnya.

Pendiri Tim Muhibah Angklung, Maulana M. Syuhada, mengungkapkan kebanggaannya. “Pertama kalinya kami tampil di hadapan pejabat setingkat Menlu Australia. Ini prestasi luar biasa. Angklung mampu menjadi bagian dari diplomasi budaya yang merekatkan hubungan kedua negara,” tegasnya.

Tidak hanya pada forum diplomatik, tim juga mengadakan workshop di Melrose High School untuk memperkenalkan nilai harmoni dan gotong royong kepada generasi muda Australia. Mereka juga tampil untuk diaspora Indonesia, memperkuat ikatan budaya dengan tanah air.

Melalui rangkaian kegiatan ini, angklung kembali membuktikan diri sebagai jembatan persahabatan antar bangsa yang efektif, memperkuat posisi Indonesia di dunia sebagai bangsa yang berbudaya, terbuka, dan bersahabat.

Baca Lainnya

Wayang Kulit, Gamelan, dan Saxophone Tampil Memukau di University of California Riverside

29 Mei 2026 - 01:34 WIB

Kelenteng Tian Fu Gong, Gubernur Pramono: PIK 2 Bisa Jadi Destinasi Wisata Religi dan Budaya

19 Mei 2026 - 11:24 WIB

Tari Topeng Cirebon, Menyuguhkan Keindahan dalam Gerak

3 Mei 2026 - 01:13 WIB

AMKI Kartini Award 2026 Menobatkan 11 Perempuan Inspiratif di Era Digital

30 April 2026 - 01:37 WIB

Wamen Ekraf Apresiasi Kolaborasi Kreatif Aniwayang Live di Museum Nasional

29 April 2026 - 02:03 WIB

Trending di Seni & Budaya