Kolaborasi Seni Tradisi dan Modern Digelar di UCR
MATRASNEWS, JAKARTA – Pertunjukan wayang kulit berjudul ‘Becoming Bimo’ disajikan secara memukau oleh Grup Gamelan Kasuryan Los Angeles di University of California Riverside (UCR), Selasa (26/5/2026) malam.
Pagelaran tersebut dipimpin oleh Joko Sutrisno selaku konduktor gamelan sekaligus dosen pengajar di UCR dan UCLA. Lakon ‘Becoming Bimo’ (Bima Suci) dibawakan dengan lancar oleh dalang perempuan asal Indonesia, Woro Mustiko Siwi, menggunakan bahasa Inggris dan beberapa bagian berbahasa Jawa.
Lebih dari 200 Penonton Hadir
Acara dibuka dengan sambutan hangat oleh Jonathan Ritter, Chair Department of Music UCR. Sebanyak 30 orang penabuh gamelan—terdiri atas warga Indonesia dan asing—terlibat dalam pertunjukan berdurasi 90 menit itu.
Pertunjukan disaksikan dengan penuh antusias oleh lebih dari 200 orang di gedung Culver Center for the Arts, UCR. Diskusi seputar cerita dan persiapan para penabuh dilanjutkan usai pertunjukan bersama Joko Sutrisno.
Saxophone Mewarnai Sela Pertunjukan
Uniknya, instrumen soprano saxophone dimainkan oleh Charles Hutapea, Konsul Ekonomi Kreatif Konsulat Jenderal RI di Los Angeles, untuk lagu ‘Caping Gunung’ (Gesang) dan ‘Shady Grove’ (lagu country).
Melalui kolaborasi ini diperlihatkan bahwa musik tradisional gamelan dengan laras slendro dapat dipadukan dengan instrumen barat modern seperti saxophone.
Gamelan Kasuryan dan dalang Woro Mustiko Siwi akan tampil kembali di KJRI Los Angeles pada 31 Mei 2026 dalam peringatan HUT Paguyuban Jawa Plus.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











