Dubes UEA mengajak Indonesia untuk menilai situasi Timur Tengah secara seimbang. “Kami mendorong sikap netral yang disertai solidaritas terhadap negara-negara Arab terdampak,” ujarnya.
UEA bersama GCC dan Yordania mengklaim telah menunjukkan sikap menahan diri dan tidak membalas dengan eskalasi serupa. Pemerintah Indonesia disebut telah diajak berkomunikasi aktif oleh Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan kepada Presiden Prabowo Subianto guna mendorong de-eskalasi.
Secara global, serangan ini mengancam 20% pasokan minyak dunia dan 20% perdagangan LNG yang melewati Selat Hormuz. Indonesia pun diprediksi terdampak melalui kenaikan harga bahan bakar dan gangguan rantai pasok.
“Kami tetap memilih stabilitas dibanding eskalasi, tanggung jawab dibanding reaksi,” tutup Dubes UEA.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











