26 ton desiccated coconut senilai Rp1,2 miliar dikirim ke Jerman, bukti produk olahan Indonesia lolos standar Uni Eropa
MATRASNEWS, GORONTALO – Provinsi Gorontalo kembali mencatatkan prestasi di sektor ekspor. Sebanyak 26 ton kelapa parut (desiccated coconut) senilai Rp1,2 miliar berhasil dikirim ke Jerman. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk olahan Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar Uni Eropa sekaligus memperkuat posisi Gorontalo sebagai daerah penghasil komoditas unggulan berdaya saing global.
Pencapaian ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal. Selain ekspor ke Jerman, Gorontalo juga mengirimkan jagung dan ikan bandeng ke Jakarta dengan total nilai ekonomi mencapai Rp1,575 miliar. Tren positif ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor Gorontalo terus meningkat dan membuka peluang lebih besar bagi produk Indonesia untuk menembus pasar internasional.
Hilirisasi Dorong Nilai Tambah Produk Lokal
Pengiriman kelapa parut ke Jerman menjadi langkah strategis dalam mengerek nilai tambah komoditas pertanian Gorontalo. Produk olahan ini dinilai lebih kompetitif di pasar global dibandingkan bahan baku mentah. Standar mutu yang ketat dari Uni Eropa pun berhasil dipenuhi, membuktikan kapasitas industri lokal dalam menghasilkan produk ekspor berkualitas.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gorontalo menyatakan, ekspor ini merupakan hasil kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah. Pembinaan berkelanjutan terhadap rantai pasok pun terus dilakukan agar kualitas produk tetap terjaga. “Kami sangat mengapresiasi kerja keras semua pihak. Ini menjadi momentum bagi Gorontalo untuk terus meningkatkan kapasitas produksi dan diversifikasi produk ekspor,” ujarnya.
Komoditas Lain Ikut Mengalir ke Jakarta
Selain menembus pasar Eropa, Gorontalo juga mengirimkan jagung dan ikan bandeng ke Jakarta. Total nilai ekonomi dari pengiriman kedua komoditas ini mencapai Rp1,575 miliar. Pengiriman rutin ke ibu kota menunjukkan tingginya permintaan terhadap hasil pertanian dan perikanan Gorontalo.











