Menu

Mode Gelap
60 Ribu Calon Mahasiswa Baru Tidak Daftar Ulang Pelabuhan Patimban Buka Babak Baru sebagai Gerbang Logistik Global SOIna: Gelar Penggalangan Dana untuk Atlet Disabilitas Matras News dan Pullman Jakarta Central Park Perkuat Sinergi Media Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat Pertamina Patra Niaga Kerek Turun Harga Bright Gas, Insentif Konsumen di Tengah Dinamika Pasar

Seni & Budaya

Gamelan dan Wayang Menjadi Media Pembelajaran yang Diminati Sekolah di London

badge-check

Gamelan dan Wayang Menjadi Media Pembelajaran yang Diminati Sekolah di London Perbesar

Matras News – Para siswa Sekolah Dasar (SD) St. Matthew’s School tampil memukau di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London pada Kamis (25/5/2023). Mereka membawakan cerita khas Indonesia dalam sebuah kemasan pertunjukan yang menggabungkan unsur kesenian seperti wayang, gamelan, dan cerita rakyat. Selama sekitar satu jam, para murid kelas 6 SD tersebut menampilkan cerita yang diadaptasi dari legenda Roro Jonggrang.

Dengan memanfaatkan permainan gamelan dan wayang, kegiatan program diplomasi seni dan budaya “Indonesia Goes to School”, makin diminati sekolah-sekolah di London. Kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan nilai budaya Indonesia ke sekolah-sekolah di London ini berguna untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia dan mengintegrasikan ragam muatan edukatif. Selain itu, alur cerita yang menarik dalam pertunjukan mengandung muatan pembelajaran yang menggabungkan unsur sains, geografi, bahasa, sejarah, dan ecotourism.

Aris Daryano adalah diaspora dan pelaku budaya Indonesia di London, yang berjasa menelurkan gagasan education based people-to-people diplomacy ini. Berkat kreativitas dan ketekunannya, Aris telah berpengalaman mengajarkan gamelan dan wayang untuk masyarakat dari berbagai usia di Inggris.

Selain belajar bermain gamelan, para murid juga membuat prakarya dari kertas yang menampilkan beberapa tokoh wayang dalam cerita, seperti tokoh hewan mitologi Nusantara. “Pihak sekolah sangat mengapresiasi inisiatif ini karena konten pembelajaran gamelan dan wayang selaras dengan kurikulum kami,” ungkap Holly Schow selaku guru kelas.

Dalam proyek ini, para murid juga berkesempatan untuk belajar beberapa konsep yang relevan dengan mata pelajaran mereka, seperti 1) desain dan teknologi melalui pembuatan wayang dari kertas, 2) sains melalui pengaturan cahaya dan bayangan pada layar, 3) storytelling melalui cerita rakyat nusantara, geografi, musik, drama, dan seni rupa.

Selain itu, proyek yang diikuti para murid menurut Aris dapat membangun kesadaran berbudaya (cultural awareness), sebagai modal menjadi masyarakat dunia (global citizen) di kemudian hari. “Gamelan diterima sangat baik oleh para murid, guru, dan orang tua. Anak-anak begitu antusias saat pertama kali melihat perangkat gamelan. “Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak sekolah dan murid yang dapat berpartisipasi,” harap Aris Daryono.

Para guru dan orang tua murid yang hadir pada kesempatan ini mengaku senang sekaligus bangga menyaksikan kebolehan anak-anak mereka. “Anak-anak ini hanya berlatih lima hari, itupun tidak sampai dua jam perhari. Namun mereka mampu mementaskannya dengan baik dan menyerap wawasan tentang Indonesia dengan cepat,” tambah Aris.

Salah satu murid, Skylah menyampaikan pengalamannya. “Belajar gamelan membuatku tahu lebih banyak tentang Indonesia,” ujarnya. Sementara murid lainnya, Thomas, menyenangi gamelan karena keindahan suaranya. “Aku sangat suka gamelan, suaranya menenangkan hati. Aku senang sekali bisa belajar bermain gamelan,” tambah Thomas.

Di akhir acara, para orang tua sangat antusias berinteraksi dengan para murid dan pengajar. Mereka menanyakan banyak hal terkait gamelan dan pengalaman anak-anak mengikuti proyek ini. Melalui program Indonesia Goes to School diharapkan komunitas internasional di Inggris semakin mengenal seni dan budaya Indonesia yang bermuara pada citra positif Indonesia di mata masyarakat global.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, Khairul Munadi, menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengenalan seni dan budaya Indonesia ke sekolah-sekolah di Inggris dan Irlandia. Seperti mengenalkan wayang dan gamelan sebagai media pembelajaran interaktif. “Semoga, ke depan, program ini bisa menjangkau lebih banyak sekolah di seantero Inggris dan Irlandia,” pungkas Khairul. (*)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat

16 Juli 2026 - 01:13 WIB

Kriyaan Lansia Bekasi 2026: Bukti Nyata Ruang Berdaya bagi Generasi Emas

9 Juli 2026 - 00:01 WIB

Kriyaan Lansia Bekasi 2026 Bukti Nyata Ruang Berdaya bagi Generasi Emas

Estoria Creative Gelar “Perayaan Rasa dari Timur”, Angkat Kekayaan Budaya NTT di Tengah Jakarta

4 Juli 2026 - 06:12 WIB

APPBI Gelar Pameran Puspa Nuswantara 2026

2 Juli 2026 - 12:04 WIB

Calung Komedi Oke Garut PasKi Jabar Tampil Memukau di Jakalcer Fest

28 Juni 2026 - 05:15 WIB

Trending di Seni & Budaya