MATRASNEWS, JAKARTA – Rangkaian acara Gebyar Seni Budaya Betawi, hasil kolaborasi dengan Unit Pelayanan Kawasan, kembali menghadirkan warna dan gelak tawa khas masyarakat ibu kota. Puncak acara kemarin malam diwarnai pertunjukan komedi Betawi pimpinan Lutfi Virdiansyah, yang mementaskan naskah berjudul “Buaya Buntung” karya Sutradara Dr. Syaiful Amri.
Lakon ini, yang merupakan produksi ke-147 kelompok KOMBET (Komedi Betawi), menyuguhkan kisah moral tentang kesombongan dan hukum alam. Dr. Syaiful Amri, selaku penulis naskah dan sutradara, mengisahkan tentang Jaenab, seorang gadis dari Desa Setu Babakan yang cantik namun berperilaku dianggap “tidak bermoral” oleh masyarakat sekitarnya karena selalu menolak setiap pinangan pria desa.
“Jaenab adalah representasi dari kecantikan yang tercerabut dari kerendahan hati. Kesombongannya membuatnya dijauhi, bahkan oleh Roing, pemuda desa yang tulus mencintainya,” papar Syaiful Amri usai pementasan.
Konflik cerita memuncak ketika alam seolah memberi peringatan. Roing mendapatkan firasat melalui mimpi, bahwa kesombongan Jaenab yang melampaui batas akan berbuah kutukan. Legenda “Buaya Buntung” ini, menurut Syaiful Amri, merupakan “tapak kisah cinta yang beradu kesombongan, dan pada akhirnya hukum alam memisahkan keangkuhan itu dengan murkanya.”
Pementasan yang dinamis ini diperkuat oleh akting sejumlah pemain senior dan baru seperti Rita Hamzah, Jaya Noin, UUT, Bachtiar, Engkar, Kimung, Riyanto, Dimas, Guild, Ucup, Tukang Rancak, dan Firman. Mereka berhasil menyajikan komedi khas Betawi yang sarat kritik sosial namun tetap menghibur.
Dukungan tim produksi yang solid di bawah pimpinan Produser Lutfi Virdiansyah dan Astrada Zubier Mustaqim membuat pertunjukan berjalan lancar. Sentuhan artistik dari Penata Musik Andi Suhadi, tata rias oleh Ni Nengah, serta kostum apik karya Sauki, turut melengkapi kesuksesan pagelaran.
Gebyar Seni Budaya Betawi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga pelestarian budaya Betawi di tengah arus modernisasi Ibu Kota. Melalui kisah “Buaya Buntung,” penonton diajak merenungkan kembali pentingnya kesederhanaan dan sikap terbuka dalam kehidupan bermasyarakat.
Cek Berita lain di Google News











