Matras News, Bekasi – Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, mendukung rencana sekolah satu atap untuk tingkat negeri di Kota Bekasi. Hal tersebut disampaikannya saat bertemu Wali Kota Bekasi terpilih, Tri Adhianto Tjahyono, beberapa waktu yang lalu.
Saat bertemu Mas Tri, Dedi menanyakan apakah jumlah SMA-nya tidak cukup?.
Mas Tri dalam kesempatan tersebut mengatakan,”Kita SMP dan SMA yang masih kurang,”. Jelasnya di kutip dari pembicaraan pada media sosial Instagram @mastriadhianto.
Ia juga menyampaikan, pada saat kampanye, dirinya sudah menginisiasi dimana terdapat sekolah SD yang sudah tidak lagi banyak peminatnya, akan dibangun vertikal dan dijadikan satu atap mulai dari janjang SD, SMP dan SMA.
“Kenapa swasta bisa menjadikan sekolahnya satu atap, misalnya SD dan SMP atau SMP dan SMA. Dan hal ini yang akan kita coba di tingkat negeri,” papar Mas Tri dihadapan Dedi.
Sebagai langkah awal, dirinya mengaku akan melakukan mapping mana saja bangunan SD yang dua lantai, kita bangun menjadi 2 atau 3 lantai.
“Kami akan mapping dahulu bangunan sekolahnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Tri juga menyampaikan permohonan izinnya kepada Gubernur Jawa Barat terpilih, dimana pada saat dirinya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, dirinya memiliki konsep Sekolah Taruna dan basisnya adalah SMA, sedangkan Gubernur Jabar basisnya SMA dan SMK, Pemkot Bekasi sudah menyediakan modelnya seluas 3 hektare.
“Sekolah Taruna yang basisnya SMA-SMK, Pemkot Bekasi sudah menyiapkan modelnya seluas 3 hektare,” katanya.
Terkait hal tersebut, Dedi pun menyampaikan bahwa modelnya adalah investasi bersama, dimana Pemkot Bekasi investasi tanahnya dan Pemprov Jabar investasi bangunannya.
“Bentuknya adalah investasi bersama, Pemkot Bekasi investasi tanah, Pemprov Jabar bangunananya,” bebernya.
Selain itu, Dedi juga meminta agar Wali Kota Bekasi terpilih untuk menyampaikan jumlah titik bangunan sekolah yang akan dibangun di Kota Bekasi.
“Tunjukin ke saya ada berapa titik yang akan dibangun, nanti akan saya rubah belanja yang ada di Provinsi. Kita jujur-jujuran saja,” tegas Dedi.











