Menu

Mode Gelap
Gubernur DKI Minta Dinas Terkait Hingga Lurah Cek Jalan Berlubang Trans BeKen Dinilai Menggerus Pangsa Pasar Angkot Tradisional Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN: Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital BWH Hotels Indonesia Rayakan Harmoni Imlek dan Ramadan 2026 dengan Kampanye “Celebrating Togetherness”

News

Indonesia Blokir AI Grok: Tonggak Keamanan Siber dan Perlindungan Kelompok Rentan

badge-check


					Indonesia Blokir AI Grok: Tonggak Keamanan Siber dan Perlindungan Kelompok Rentan Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memutuskan memblokir layanan kecerdasan buatan generatif, Grok. Kebijakan ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang secara tegas menghentikan akses suatu layanan AI karena dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan publik, khususnya perlindungan perempuan dan anak-anak dari ancaman eksploitasi seksual digital.

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, menegaskan bahwa pemblokiran ini bukan sekadar sensor, melainkan intervensi negara untuk menutup celah ancaman baru. Menurutnya, penyalahgunaan AI seperti Grok telah berkembang menjadi ancaman terhadap identitas, martabat, dan keamanan psikologis.

“Ketika teknologi memungkinkan manipulasi gambar perempuan dan anak-anak secara non-konsensual dengan realisme tinggi, negara wajib hadir melindungi kelompok rentan,” tegas Pratama dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa maraknya konten asusila berbasis AI menandai perubahan karakter kejahatan siber, dari peretasan sistem menjadi serangan langsung terhadap kehormatan pribadi. Pemblokiran dinilai sebagai instrumen terakhir ketika pengamanan mandiri platform dinilai gagal.

Dari perspektif keamanan nasional, langkah ini mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian. Grok, yang terintegrasi di ekosistem media sosial terbuka, dinilai memiliki celah keamanan konten yang signifikan dan berpotensi menjadikan ruang digital Indonesia ladang kekerasan berbasis gender serta eksploitasi anak.

Kebijakan ini juga menegaskan posisi Indonesia bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengorbankan nilai perlindungan manusia. Di saat banyak negara masih menunggu konsensus global, Indonesia memilih proaktif dengan menempatkan keselamatan publik sebagai prioritas utama.

Dalam konteks tata kelola AI global, pemblokiran Grok berpotensi menjadi preseden penting, mengirimkan sinyal kuat bahwa inovasi tanpa tanggung jawab menghadirkan risiko serius.

“Indonesia menunjukkan bahwa regulasi tidak selalu tertinggal dari inovasi. Dalam kasus ini, negara justru berada di garis depan,” ujar Pratama.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pemblokiran bukan solusi akhir. Pemerintah perlu melanjutkan dengan dialog teknis dan kebijakan komprehensif, seperti penetapan standar keamanan AI, audit independen, serta penguatan kerja sama penegakan hukum lintas negara.

“Pemblokiran Grok harus menjadi pintu masuk bagi penguatan tata kelola AI yang aman, etis, dan berpihak pada keselamatan publik,” pungkas Pratama.

 

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Gubernur DKI Minta Dinas Terkait Hingga Lurah Cek Jalan Berlubang

11 Februari 2026 - 03:05 WIB

Gubernur DKI Minta Dinas Terkait Hingga Lurah Cek Jalan Berlubang

Trans BeKen Dinilai Menggerus Pangsa Pasar Angkot Tradisional

11 Februari 2026 - 02:13 WIB

Trans BeKen Dinilai Menggerus Pangsa Pasar Angkot Tradisional

Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN: Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal

11 Februari 2026 - 01:20 WIB

Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal

Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah

11 Februari 2026 - 00:43 WIB

Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah

Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital

11 Februari 2026 - 00:35 WIB

Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital
Trending di News
error: Matras News