Menu

Mode Gelap
Aryaduta Menteng dan Aryaduta Suites Semanggi Berbagi Kebahagiaan Pemerintah Matangkan Skema WFH Sehari Seminggu KPPU Vonis 97 Pinjol, Denda Total Rp755 Miliar Menpar Apresiasi Layanan Optimal Bagi Wisatawan Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026 Ketua DPRD DKI Khoirudin: Madrasah di Jakarta Masih Jadi Anak Tiri Efisiensi Triliunan Rupiah di Ujung WFH Sehari, Benarkah?

Bisnis

Indonesia Perkuat Strategi Ekspor Tuna Lewat Seminar di SENA 2026

badge-check


					FOTO: Perbesar

FOTO: "Indonesia in Dialogue: A Tuna Case Study Toward Sustainable and Traceable Seafood" di ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026

MATRASNEWS, JAKARTA – Paviliun Indonesia menggelar seminar bertajuk “Indonesia in Dialogue: A Tuna Case Study Toward Sustainable and Traceable Seafood” di ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026, Senin (16/3). Seminar ini membedah strategi penguatan ekspor sektor perikanan melalui aspek keberlanjutan dan ketertelusuran.

Kegiatan yang digelar Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI Washington DC dan KBRI Washington DC itu menghadirkan sejumlah panelis, termasuk Staf Ahli Bidang Transformasi Digital Kemenko Pangan Bara Hasibuan, Director PT Primo Indo Ikan Andajani, serta pendiri Oddisea Superfrozen Michael McNicholas.

Atdag RI Washington DC, Ranitya Kusumadewi, menyatakan seminar ini bertujuan menunjukkan komitmen jangka panjang Indonesia menjaga pangsa ekspor seafood ke AS dan negara lain melalui prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran.

“Indonesia memperkuat tata kelola sektor perikanan lewat peningkatan sistem sertifikasi dan inspeksi, penguatan pengujian laboratorium, serta pengembangan sistem dokumentasi di sepanjang rantai pasok,” ujarnya.

Bara Hasibuan menekankan, sebagai produsen tuna terbesar dunia dan pemasok utama ke AS, Indonesia perlu memastikan tiga hal: keberlanjutan, keamanan pangan, dan ketertelusuran produk sebagai fondasi menjaga akses pasar.

Sementara itu, pelaku usaha mulai beradaptasi dengan metode penangkapan ramah lingkungan seperti handline dan pole-and-line. “Kami bekerja sama dengan nelayan skala kecil untuk memastikan kualitas ikan, proses terdokumentasi jelas, dan penangkapan bertanggung jawab,” kata Andajani.

Direktur International Pole and Line Foundation Craig Turley mengapresiasi langkah Indonesia yang dinilai menciptakan efisiensi rantai pasok dan membangun kepercayaan buyer. Michael McNicholas menambahkan, sistem ketertelusuran yang terhubung dan transparansi data menjadi faktor utama keputusan buyer.

Baca Lainnya

Operasional Taman Safari Group Fasilitas Prima, Layanan Optimal

27 Maret 2026 - 00:06 WIB

Operasional Taman Safari Bali Fasilitas Prima, Layanan Optimal

Harga Emas Dunia Alami Koreksi Mingguan Terbesar dalam Sejarah

24 Maret 2026 - 09:10 WIB

Adira Finance Kembali Hadirkan Program KURMA 2026

24 Maret 2026 - 08:36 WIB

Archipelago dan Letsfly Jalin Kemitraan Strategis

23 Maret 2026 - 00:20 WIB

HAM Meet CEO Soroti Ketimpangan Geliat Hospitality Indonesia

19 Maret 2026 - 02:00 WIB

HAM Meet CEO Soroti Ketimpangan Geliat Hospitality Indonesia
Trending di Bisnis