MATRASNEWS, JAKARTA – TNI mengklarifikasi insiden pencegatan kapal pengangkut bantuan bencana di Aceh oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Berdasarkan verifikasi, pelaku bukanlah kelompok bersenjata GAM.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, menyatakan insiden tersebut terjadi pada 4 Desember 2025 di Aceh Timur. Dua orang anggota KPA (eks kombatan GAM) Meja Ijo Idi Cut mencegat Kapal Feri Express Bahari yang mengangkut logistik bantuan banjir dari Ketua TP PKK Aceh untuk wilayah Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur.
“Kedua individu itu memakai seragam dan meminta sebagian bantuan diturunkan kepada mereka, namun tidak dapat menunjukkan surat perintah atau keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur,” jelas Freddy di Jakarta, Senin (8/8).
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat personel TNI di kapal melakukan koordinasi dengan komandan dan meminta kelompok tersebut menghubungi langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, untuk konfirmasi. Petugas kapal menolak permintaan penurunan bantuan karena harus mengikuti prosedur distribusi resmi.
“Ketika aparat keamanan laut mendekat, kapal bantuan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kuala Langsa tanpa penurunan logistik,” pungkas Freddy. Insiden ini berakhir tanpa kekerasan dan proses penyaluran bantuan akhirnya dapat dilanjutkan sesuai rencana.
Cek Berita lain di Google News











