Menu

Mode Gelap
WaterBoom Lippo Cikarang Hadirkan Paket Splash and Snack Deal, Liburan Air Plus Cemilan Adira Finance Luncurkan HASANAH, Solusi Pembiayaan Syariah untuk Porsi Haji Plus di Adira Expo Solo Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum Primaya Hospital Bekasi Timur Ditunjuk sebagai Mitra Medis Resmi KONI Kota Bekasi untuk Porprov Jabar 2026

News

Jabar Tetapkan Siaga Darurat Bencana di 27 Daerah, Salah Satu Bekasi


					Jabar Tetapkan Siaga Darurat Bencana di 27 Daerah, Salah Satu Bekasi Perbesar

MATRASNEWS, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi menetapkan status siaga darurat bencana untuk seluruh 27 kabupaten dan kota di wilayahnya. Status ini berlaku mulai hari ini sebagai bentuk antisipasi menghadapi puncak musim hujan dan potensi peningkatan bencana hidrometeorologi yang diprakirakan terjadi pada periode akhir 2025 hingga awal 2026.

Penetapan ini mengacu pada analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta potensi ancaman dari fenomena iklim global. Bencana hidrometeorologi basah yang diwaspadai meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam pengumuman resminya, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mempercepat dan mempermudah mobilisasi sumber daya, baik personel, logistik, maupun anggaran, jika terjadi darurat.

Majalah Matras scaled

“Status siaga darurat ini adalah langkah antisipatif, bukan berarti bencana akan langsung terjadi di semua tempat. Tujuannya agar seluruh aparat di daerah, BPBD, TNI, Polri, dan relawan siap siaga penuh. Kesiapsiagaan adalah kunci mengurangi risiko,” kata Gubernur, Jumat.

Ia memerintahkan seluruh kepala daerah untuk mengaktifkan pos komando hingga tingkat kecamatan dan memperkuat sistem peringatan dini berbasis masyarakat.

Sejumlah daerah telah masuk dalam kategori siaga tinggi. Kota dan Kabupaten Bogor, misalnya, menjadi salah satu fokus utama karena karakteristik geografisnya yang rawan. Wilayah tersebut memiliki curah hujan tinggi, dialiri sungai-sungai besar, serta kontur perbukitan yang rentan longsor.

“Bogor dan wilayah Priangan secara umum, serta daerah dataran rendah di utara seperti Karawang dan Bekasi, memerlukan kewaspadaan ekstra. Masyarakat di bantaran sungai, lereng, dan daerah rawan lainnya harus mulai meningkatkan kesiapan,” jelas Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah provinsi mengimbau masyarakat untuk proaktif memantau informasi cuaca dari sumber resmi, mengenali jalur evakuasi, dan tidak mengabaikan peringatan dini dari pihak berwenang. Warga juga didorong membersihkan saluran air dan menjaga lingkungan untuk meminimalisir dampak banjir.

“Dengan status siaga ini, diharapkan tidak ada lagi korban jiwa karena keterlambatan penanganan. Semua pihak harus bergerak cepat dan tepat jika situasi darurat benar terjadi,” pungkas Gubernur.

Status siaga darurat ini akan dievaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca dan intensitas bencana.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul

24 Januari 2026 - 02:29 WIB

Wamen Ekraf Bahas Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan Bersama KBRI Seoul

Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR

24 Januari 2026 - 02:25 WIB

Menpar Paparkan Rencana Kerja 2026 dan Capaian Pariwisata 2025 di Hadapan Komisi VII DPR

Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum

24 Januari 2026 - 02:20 WIB

Terdampak Banjir, Warga Kelurahan Harapanmulya Bangun Dapur Umum

Perluas Akses dan Tekan Kesalahan, Bappenas Dorong Transformasi Digital Penyaluran Bansos

23 Januari 2026 - 03:23 WIB

Begini Cara Mendapatkan Bansos PKH

Tidak Tersentuh Pematusan, Ketua Fraksi PKB Minta Jadi Perhatian Serius Walkot dan Dinas Terkait

23 Januari 2026 - 03:13 WIB

Tidak Tersentuh Pematusan, Ketua Fraksi PKB Minta Jadi Perhatian Serius Walkot dan Dinas Terkait
Trending di News
error: Matras News