Perbaikan jalan tersebut diminta segera diprioritaskan oleh para sopir dan masyarakat. Jalan dinilai sebagai nadi utama perekonomian mereka.
“Kapan kami merdeka dari jalan neraka ini?” ujar Albertus, sopir asal Lamba Leda Utara. Eduardus, sopir mini bus travel, menambahkan bahwa jalan yang baik akan mengurangi kerusakan kendaraan dan membuka sumber rezeki. Pemerintah diminta tidak apatis dan meninjau langsung kondisi di lapangan.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











