MATRASNEWS, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendorong generasi muda menjadikan kebugaran dan kewirausahaan sebagai penggerak ekonomi baru. Langkah ini sejalan dengan besarnya peluang industri olahraga global yang nilainya mencapai lebih dari Rp9.480 triliun.
Seruan tersebut disampaikan Pengurus KADIN Indonesia Bidang Perencanaan Nasional yang membidangi Pemuda dan Olahraga, Gema Sasmita, dalam momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu, 28 Oktober 2026, di Jakarta.
Pasar Besar, Peluang Domestik Terbuka
Gema menilai pemuda perlu mengubah pola pikir dari konsumen menjadi pelaku utama industri olahraga. Menurut dia, kebugaran fisik dan produktivitas harus berjalan beriringan dengan kemampuan membangun usaha.
Mengacu pada riset The Business Research Company dan Research and Markets, nilai pasar olahraga global mencapai US$521,7 miliar. Dengan kurs Rp18.183 per dolar AS yang tercantum dalam bahan keterangan, nilainya setara sekitar Rp9.480 triliun.
Sementara itu, bahan keterangan KADIN menyebut pasar industri olahraga Indonesia masih di bawah Rp40 triliun. Kesenjangan tersebut menunjukkan peluang bagi pengusaha muda untuk mengembangkan produk dan layanan lokal yang mampu bersaing di pasar internasional.
Tiga Sektor yang Bisa Digarap Pemuda
Gema mengidentifikasi tiga bidang potensial bagi wirausahawan muda, yakni manufaktur perlengkapan olahraga, wisata olahraga, dan teknologi digital.
Di sektor manufaktur, pelaku usaha dapat mengembangkan pakaian serta peralatan olahraga berstandar ekspor. Pada sektor wisata, penyelenggaraan maraton, balap sepeda, dan kompetisi bahari berpeluang menggerakkan UMKM serta usaha perhotelan daerah.
Adapun teknologi olahraga membuka ruang bagi pengembangan analitik performa atlet berbasis kecerdasan buatan, aplikasi reservasi fasilitas olahraga, perangkat pelacak kebugaran, dan pengelolaan kompetisi esports profesional.
KADIN Dorong Integrasi dengan Perencanaan Nasional
Oleh karena itu, KADIN mengembangkan ekosistem olahraga melalui Kadin Indonesia Golf Club (KIGC), yang melibatkan pelaku usaha dari 15 chapter daerah. Organisasi ini juga mendukung perkembangan olahraga perkotaan, termasuk padel, serta pembinaan olahraga bela diri.
Gema mengatakan KADIN berkoordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas untuk menyelaraskan pengembangan industri olahraga dengan perencanaan pembangunan jangka panjang.
Menurut dia, meskipun tantangan berikutnya ialah membangun rantai pasok domestik yang mampu menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing Indonesia.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.