MATRASNEWS, SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berinovasi dalam meningkatkan layanan jasa transportasi berbasis rel. KAI tengah menyiapkan rangkaian kereta dengan konsep experience, luxury, dan heritage yang saat ini dalam tahap pengerjaan di Balai Yasa Surabaya Gubeng.
Progres pengerjaan tahap pertama hingga pertengahan Februari 2026 telah mencapai sekitar 38 persen. Rangkaian kereta konsep baru ini ditargetkan memasuki tahap uji coba pada Juni 2026 sebelum diluncurkan secara komersial.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, pada Rabu (18/2/2026) meninjau langsung progres pengembangan sarana tersebut. Kunjungan kerja itu turut didampingi oleh Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Peninjauan ini menegaskan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan perjalanan berbasis rel yang terintegrasi dengan penguatan sektor pariwisata nasional.
“Ini menjadi momentum strategis untuk menghadirkan layanan perjalanan berbasis rel yang memadukan panorama alam dan kekayaan budaya Pulau Jawa,” ujar Bobby dalam keterangannya, Kamis (19/2).
Pengembangan konsep ini mempertimbangkan pertumbuhan sektor pariwisata di Pulau Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total perjalanan wisata domestik di Pulau Jawa pada 2025 mencapai 777,76 juta perjalanan, tumbuh sekitar 10,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui bandara di Pulau Jawa juga tumbuh 8 persen menjadi 3,19 juta orang pada 2025.
Sejalan dengan tren tersebut, jumlah wisman yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh juga melonjak signifikan. Pada 2025 tercatat 694.123 wisman menjadi pengguna KAI, atau tumbuh sekitar 131 persen jika dibandingkan dengan catatan tahun 2022.
Rangkaian kereta baru ini terdiri atas 12 kereta, meliputi kereta sleeper dengan ruang privat, kereta makan berkonsep fine dining, kereta lounge dengan fasilitas hiburan, serta kereta pendukung operasional. Seluruh rangkaian merupakan hasil revitalisasi sarana era 1980 hingga 1990-an yang dikembangkan ulang dengan standar kenyamanan modern.
“Kami merancang ulang kereta heritage dengan sentuhan modern agar tetap mempertahankan nilai sejarahnya dan menghadirkan standar layanan yang semakin meningkat,” lanjut Bobby.
Ke depan, operasional kereta ini akan difokuskan pada perjalanan tematik dengan rute pilihan yang menawarkan panorama terbaik serta terintegrasi dengan destinasi wisata unggulan. Melalui inovasi ini, KAI optimistis dapat memperluas peran kereta api sebagai bagian penting dari industri pariwisata nasional.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











