Menu

Mode Gelap
Komisi II DPRD Kota Bekasi Kunjungi Korban Kecelakaan KA di RSUD CAM DPRD Kota Bekasi Alit Jamaludin: Kecelakaan KA Jangan Sampai Terulang Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Lokasi Perlintasan KA di Jalan Ampera Disdamkarmat Kota Bekasi Raih Juara Umum NFSC 2026 di Palembang Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II Menhan Sjafrie Tinjau Latsarmil Komcad ASN

Seni & Budaya

Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi Akan Segera di Revitalisasi

badge-check


					Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi Akan Segera di Revitalisasi Perbesar

Matras News, Jambi – Revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi, Provinsi Jambi tengah dipersiapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Keseriusan untuk merevitalisasi KCBN Muarajambi yang mendapat status warisan budaya nasional melalui penetapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No: 259/M/2013 dengan luas kawasan 3.981 hektar, terlihat dari kunjungan jajaran teras Kemendikbudristek ke KCBN Muarajambi untuk persiapan revitalisasi (9/1).

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, mengatakan, “Kunjungan ini dalam rangka persiapan revitalisasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pembangunan fisik, khususnya museum, peletakan batu pertamanya juga akan dilaksanakan pada tahun ini,” jelas Hilmar.

KCBN Muarajambi tidak hanya untuk melestarikan cagar budaya, tetapi juga keanekaragaman hayati di daerah tersebut. Oleh sebab itu, penataan KCBN Muarajambi menerapkan konsep harmonisasi dengan ekosistem alam sekitarnya.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, menjelaskan bahwa revitalisasi juga akan mengoptimalkan program Merdeka Belajar melalui pembangunan fasilitas riset dan studi yang disebut Kampus Merdeka.

Kampus Merdeka akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektar yang di sekitarnya tidak terdapat struktur bangunan candi. Kampus ini bukan berupa gedung permanen, melainkan semacam rumah panggung dari kayu. Di kompleks Kampus Merdeka disediakan pula museum, galeri, laboratorium, dan fasilitas untuk belajar.

“Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka harus dilaksanakan secara optimal di KCBN Muarajambi mengingat Muaro Jambi telah menjadi pusat pendidikan sejak abad ke-8,” terang Suharti.

Suharti juga menyampaikan, pengembangan KCBN Muarajambi membutuhkan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga masyarakat.

“Tidak hanya untuk melindunginya, tetapi juga untuk memastikan pengembangan kawasan ini memberikan manfaat maksimal untuk masyarakat Jambi, Indonesia, dan dunia,” tambahnya.

Revitalisasi KCBN Muarajambi diharapkan dapat memberi dampak yang signifikan bagi masyarakat sekitar, terutama dalam bidang ekonomi.

Hal tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara jajaran pimpinan Kemendikbudristek dengan Pemerintah Daerah Muaro Jambi, aparatur desa, dan masyarakat di Kawasan Muaro Jambi.

Adapun yang akan menjadikan fokus utama revitalisasi adalah pemberdayaan masyarakat, sehingga dalam revitalisasi, masyarakat menjadi pelaku utama.

“Sejumlah program pemberdayaan akan dilakukan, untuk memastikan masyarakat betul mendapatkan manfaat dari keberadaan dan program revitalisasi,” tegas Suharti.

Pengungkapan temuan-temuan arkeologis di KCBN Muarajambi mengindikasikan kawasan itu sebagai pusat pendidikan Buddhisme tertua dan terluas di Asia Tenggara pada masa lampau.

Baca Lainnya

AMKI Kartini Award 2026 Menobatkan 11 Perempuan Inspiratif di Era Digital

30 April 2026 - 01:37 WIB

Wamen Ekraf Apresiasi Kolaborasi Kreatif Aniwayang Live di Museum Nasional

29 April 2026 - 02:03 WIB

Ribuan Penari Meriahkan CFD Bekasi, Ronggeng Nyentrik Jadi Primadona

27 April 2026 - 01:24 WIB

12.000 Warga Mustika Jaya Ramaikan Festival Adu Bedug

20 April 2026 - 00:23 WIB

12.000 Warga Mustika Jaya Ramaikan Festival Adu Bedug

Ancaman Bencana Mengintai Cagar Budaya

15 April 2026 - 14:58 WIB

Trending di Seni & Budaya