MATRASNEWS, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi sebagai strategi nasional memperkuat ketahanan sektor pendidikan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan perubahan ini tidak hanya menyasar pola kerja birokrasi, tetapi juga memastikan layanan pendidikan tetap optimal dan mudah diakses masyarakat.
“Transformasi ini bukan mengurangi layanan, tetapi justru memastikan layanan tetap hadir secara maksimal dengan cara kerja yang lebih cerdas dan efisien,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis, Senin, 6 April 2026.
Transformasi tersebut dibangun di atas tiga pilar utama. Pertama, pemerataan akses dan keadilan layanan, di mana seluruh program pendidikan tetap berjalan tanpa hambatan melalui berbagai kanal layanan. Kedua, relevansi masa depan melalui digitalisasi dan budaya kerja adaptif. Ketiga, partisipasi semesta yang melibatkan ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat secara aktif.











