Menu ✖

Breaking News

News

Kemenhut Susun Grand Design Ekoeduwisata di Tiga Kawasan Hutan Khusus

badge-check

Kemenhut Susun Grand Design Ekoeduwisata di Tiga Kawasan Hutan Khusus Perbesar

MATRASNEWS, YOGYAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) menggelar Lokakarya Penyusunan Grand Design Ekoeduwisata untuk tiga Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Kegiatan berlangsung di Yogyakarta, Rabu (11/12/2025).

Ketiga KHDTK yang menjadi fokus adalah KHDTK Pondok Buluh (Simalungun, Sumut), KHDTK Sawala Mandapa (Majalengka, Jabar), dan KHDTK Tabo-Tabo (Kab. Pangkep, Sulsel). Lokakarya ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan KHDTK sebagai pusat pembelajaran terpadu yang berkelanjutan.

Kepala BP2SDM Kehutanan, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris BP2SDM U. Mamat Rahmat, menegaskan pengembangan ekoeduwisata sejalan dengan agenda kabinet membangun kemandirian bangsa melalui ekonomi hijau. “KHDTK adalah aset strategis bangsa. Melalui ekoeduwisata, kami ingin menjadikannya laboratorium alami yang hidup sekaligus mendukung target FOLU Net Sink 2030,” jelas Mamat, seperti dikutip dari siaran pers Kemenhut, Kamis (11/12).

Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas pengelola, tetapi juga memberdayakan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan masyarakat sekitar. Pengelolaan wisata edukasi yang ramah lingkungan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat fungsi perlindungan hutan.

Penyusunan grand design melibatkan konsultan profesional dan dilakukan secara partisipatif dengan para pemangku kepentingan. Lokakarya ini merupakan tindak lanjut setelah para penyuluh dan petani hutan menjalani pemagangan selama 10 hari di Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta, untuk mempelajari praktik terbaik ekowisata.

Kepala Pusat Penyuluhan Kehutanan, Wahju Rudianto, mengharapkan lokakarya dapat menghasilkan kesepakatan atas grand design yang telah disusun. “Grand design yang disepakati secara partisipatif, didukung SDM KTH yang terlatih, diharapkan dapat menggerakkan ekoeduwisata berkelanjutan di wilayah masing-masing,” ujar Wahju.

Program pengembangan ekoeduwisata ini berlangsung selama dua tahun (2025-2026) dan mencakup delapan komponen utama, dari penyusunan panduan hingga launching. BP2SDM menargetkan peningkatan pendapatan KTH dari jasa wisata alam.

Lebih jauh, program ini diarahkan untuk mendukung kemandirian KHDTK dengan pola sustainable financing, menjadikannya aset produktif yang menghasilkan pendapatan dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), jasa lingkungan, dan perdagangan karbon.

“Ini langkah awal menjadikan KHDTK sebagai Centre of Excellence yang tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium alam, tetapi juga pusat pengembangan teknologi agroforestry untuk ketahanan pangan, energi, dan air berkelanjutan,” tutup Wahju.

Cek Berita lain di Google News

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

TNI AD Evakuasi Kru Helikopter Mi-17V5

4 Nov 2026 - 23:00 WIB

TNI AD Evakuasi Kru Helikopter Mi-17V5

Desas Desus Penangkapan Mantan Kapolri Merebak, Mabes Polri Belum Beri Kepastian

3 Nov 2026 - 15:40 WIB

Desas Desus Penangkapan Mantan Kapolri Merebak, Mabes Polri Belum Beri Kepastian

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Buntut Gruduk Ponpes Hamalatul Quran

3 Nov 2026 - 13:48 WIB

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Buntut Gruduk Ponpes Hamalatul Quran

Kapolres Sukoharjo Berganti di Tengah Pemeriksaan Propam

3 Nov 2026 - 13:47 WIB

Kapolres Sukoharjo Berganti di Tengah Pemeriksaan Propam

Letjen Widi Minta Dibebaskan dalam Kasus Lahan Carui

3 Nov 2026 - 10:05 WIB

Letjen Widi Minta Dibebaskan dalam Kasus Lahan Carui
Trending di News