MATRASNEWS, JAKARTA – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan rencana kerja Kemenpar 2026 dalam Raker bersama Komisi VII DPR, Rabu (1/4). Pemerintah berkomitmen menjaga solidnya sektor pariwisata di tengah tekanan global.
Prioritas program diarahkan pada pariwisata berkualitas, aman, dan berkelanjutan. Fokus utama meliputi pelatihan sertifikasi pemandu wisata, pengembangan 6.200 desa wisata, serta digitalisasi melalui program Tourism 5.0.
Namun, konflik Timur Tengah berdampak signifikan. Penutupan wilayah udara Iran (28 Februari-28 Maret 2026) memicu pembatalan 770 penerbangan dari enam hub utama, berpotensi kehilangan 60 ribu kunjungan wisman dan devisa Rp2,04 triliun. Kenaikan harga minyak mentah dunia hingga 52% juga mendorong lonjakan biaya transportasi.
Kemenpar menyiapkan mitigasi dengan pivot pasar ke Asia Tenggara dan Asia Timur, penguatan kampanye digital, serta optimalisasi wisata nusantara. Target kunjungan wisman 2026 tetap 16–17,6 juta.











