Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Borong Aspirasi Warga Kaliabang Tengah DPRD Kota Bekasi, Kamil Syaikhu Dorong Percepatan Perda Sampah dan Pelatihan Disabilitas DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim Soroti Banjir dan Nasib Juru Parkir DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti Dorong Aspirasi Masyarakat Sejalan dengan Fokus Belanja Pemerintah Rano Karno: Jakarta dan Cianjur Tak Boleh Jalan Sendiri Restoran A.RA.SA di Ascott Menteng Jakarta Hadirkan Santapan Ramadan Eksklusif

News

Kementan Tancap Gas! Program UPLAND Menjadi Motor Penggerak Kebangkitan Pertanian Dataran Tinggi Indonesia

badge-check


					Foto: Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian, Dr. Ir. Hermanto, M.P pada salah satu lokasi program UPLAND Perbesar

Foto: Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian, Dr. Ir. Hermanto, M.P pada salah satu lokasi program UPLAND

MATRASNEWS, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.  Kawasan ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan komoditas pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan,  sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menegaskan bahwa Kementan saat ini fokus pada percepatan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani  melalui program ”The Development of Integrated System in Uplnad Areas Project (UPLAND)”, sebuah program pengembangan kawasan pertanian dataran tinggi yang didanai oleh IFAD dan ISDB. Program UPLAND bukan sekadar proyek biasa, ini adalah lompatan besar menuju pertanian modern yang terpadu, produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

“Karakteristik tanah dataran tinggi sangat mendukung untuk ditingkatkan kesuburannya sehingga kemampuan tanah dalam menyediakan kondisi lingkungan untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman di dataran tinggi dapat terpenuhi, ” ujarnya penuh keyakinan.

Pendekatan Terintegrasi: Dari Lahan Hingga Pasar

Program UPLAND hadir dengan pendekatan sistem pertanian terpadu yang menyentuh semua rantai produksi dan pasca panen (on-farm dan off-farm), mulai dari:

  • Dukungan lingkungan sosial dan alamiah yang terintegrasi dengan kebutuhan budidaya
  • Pembangunan infrastruktur pendukung, seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, dan alat mesin pertanian
  • Penguatan produksi (on-farm) melalui penerapan teknologi, input produksi, dan praktik budidaya modern (Good Agricultural Practices/ GAP)
  • Peningkatan pascapanen (off-farm) hingga meningkatkan daya saing produk
  • Penguatan kelembagaan petani, termasuk pengembangan bisnis petani  dan akses permodalan (microfinance)
  • Pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender dan penguatan nutrisi keluarga.

Menurut Hermanto, program UPLAND merupakan salah satu kebijakan strategis Kementan untuk mengurangi kemiskinan masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan di dataran tinggi melalui mata pencaharian yang menguntungkan, berkelanjutan, dan tangguh.

Hermanto juga menegaskan bahwa tujuan tersebut dicapai dengan mengembangkan sejumlah kegiatan terpadu yang dapat meningkatkan produktivitas, peningkatan pendapatan, penguatan mata pencaharian, dan ketahanan petani di lokasi terpilih.

Dampak Nyata di Daerah: Lahan Kembali Produktif

Di Kabupaten Tasikmalaya, dampak program ini sudah dirasakan langsung oleh petani. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan setempat, Tatang Wahyudin, menyebut UPLAND berhasil membuka kembali peluang pertanian di wilayah selatan yang sebelumnya kekurangan air.

“Daerah yang dulu tidak bisa menanam padi, kini kembali produktif berkat ketersediaan irigasi. Program ini bahkan mendorong bangkitnya kembali potensi pertanian organik yang dulu sangat terkenal,” jelas Tatang.

Petani Merasakan Manfaat: Produksi Naik, Pendapatan Bertambah

Perubahan positif juga dirasakan langsung oleh petani. Ahmad Ismail, Ketua Kelompok Tani Sri Asih Mandiri, Desa Sukahening, mengaku bahwa “Produksi pertanian kelompoknya meningkat sejak mendapatkan pembinaan dan fasilitas dari UPLAND”.

Hal senada disampaikan Hendar, pengelola Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Desa Padawaras. Ia menjelaskan“lahan-lahan yang dulu terbengkalai kini sudah terairi secara normal sehingga bisa dikelola kembali. Selain itu, pengemasan pupuk organik cair dan padat di desanya kini lebih baik berkat dukungan program UPLAND.”

Menatap Ke Depan: Dataran Tinggi sebagai Pusat Pertumbuhan Baru Pertanian Indonesia

Dengan berbagai capaian yang yang sudah terlihat, Kementan optimistis bahwa “Dataran tinggi Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang potensial dan strategis di sektor pertanian di masa mendatang”, jelas Hermanto.

Program UPLAND bukan sekadar proyek, ini adalah momentum kebangkitan. Momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, dan pendapatan petani yang berujung pada kesejahteraan masyarakat petani, dan mencetak generasi baru pertanian yang sehat dan bergizi, modern, mandiri, serta mendunia dalam prestasi.

Cek Berita lain di Google News

 

 

Baca Lainnya

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Borong Aspirasi Warga Kaliabang Tengah

15 Februari 2026 - 00:37 WIB

FOTO: Ketua DPRD Kota Bekasi, DR. Sardi Efendi, S.Pd., MM, menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses yang digelar di RW 21, Perumahan Alinda Kencana, Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara

DPRD Kota Bekasi, Kamil Syaikhu Dorong Percepatan Perda Sampah dan Pelatihan Disabilitas

14 Februari 2026 - 19:18 WIB

IMG 20260214 172250 HDR copy 476x357

DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim Soroti Banjir dan Nasib Juru Parkir

14 Februari 2026 - 17:50 WIB

Arif Rahman Hakim

DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti Dorong Aspirasi Masyarakat Sejalan dengan Fokus Belanja Pemerintah

14 Februari 2026 - 16:28 WIB

IMG 20260214 150246 218 copy 867x529

Rano Karno: Jakarta dan Cianjur Tak Boleh Jalan Sendiri

14 Februari 2026 - 10:53 WIB

1771040892774
Trending di News
error: Matras News