Terkait tenggat waktu hingga November 2026 yang diberikan MSCI untuk evaluasi lanjutan, Fakhrul menilai Indonesia masih memiliki ruang untuk menunjukkan progres. Sebagian besar fondasi reformasi utama telah tersedia dan yang dibutuhkan adalah konsistensi implementasi. Ia menilai posisi pasar modal Indonesia saat ini lebih baik dibanding beberapa bulan lalu karena ketidakpastian mulai berkurang dan regulator menunjukkan respons cepat.
Meski demikian, risiko belum sepenuhnya hilang. Evaluasi pada November mendatang akan menjadi momen penentu. Pasar akan menilai apakah transparansi kepemilikan saham membaik, sistem surveillance semakin kuat, dan penegakan hukum berjalan konsisten.
Keberhasilan mempertahankan status Emerging Market dinilai penting bukan hanya bagi pasar saham, tetapi juga bagi persepsi investor terhadap ekosistem keuangan Indonesia. Status tersebut berpengaruh langsung terhadap arus modal asing dan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi global.
Ikuti berita terkini di Google News











