MATRASNEWS, BEKASI — Ketua DPD Dewi Pertiwi Kota Bekasi, Yenny Kristianti, mendorong Pemerintah Kota Bekasi meningkatkan perhatian terhadap sekolah luar biasa (SLB) dan anak berkebutuhan khusus. Ia menilai, kebutuhan pendidikan inklusif tidak cukup hanya mengandalkan kepedulian yayasan dan tenaga pengajar.
Yenny menyampaikan hal itu setelah mengunjungi sebuah sekolah SABK SANTA Theresia Salvator 2 di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi beberapa waktu lalu.
Dari kunjungan tersebut, ia melihat keterbatasan fasilitas belajar dan besarnya kebutuhan pendampingan bagi para siswa.
Satu Guru untuk Satu Siswa
Menurut Yenny, sekolah tersebut menampung sekitar 15 murid. Setiap anak membutuhkan pendampingan intensif, bahkan satu guru harus menangani satu siswa agar proses belajar berjalan sesuai kebutuhan masing-masing, terangnya, Jumat (9/10/2026)
Kondisi itu menunjukkan besarnya kebutuhan tenaga pengajar dan sarana pendidikan khusus. Yenny juga menilai, status sekolah sebagai lembaga berbayar tidak serta-merta menjamin kecukupan biaya operasional dan fasilitas belajar.
“Anak-anak berkebutuhan khusus memang membutuhkan perhatian khusus. Guru-gurunya juga membutuhkan energi dan dedikasi besar untuk mendampingi mereka,” ujar Yenny.
Ia mengapresiasi pengabdian para guru yang terus mendampingi siswa di tengah keterbatasan fasilitas. Menurut dia, pemerintah daerah perlu hadir agar sekolah dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih layak.
Fasilitas Belajar Perlu Perhatian
Yenny menyoroti sejumlah perlengkapan belajar yang dibuat secara mandiri oleh pihak sekolah. Salah satunya, meja dan bangku berbahan kayu dengan desain tertutup untuk membantu menjaga siswa tetap berada di tempat selama kegiatan belajar.
Namun, penggunaan bahan kayu dengan permukaan yang kurang aman berpotensi menimbulkan risiko cedera bagi anak. Karena itu, ia menilai sekolah membutuhkan perlengkapan yang lebih aman dan sesuai dengan karakteristik siswa.
Selain fasilitas belajar, Yenny menyinggung kebutuhan dukungan perizinan dan kemungkinan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurut dia, pemerintah perlu mengkaji langkah tersebut agar sekolah dapat mengembangkan layanan dan menjangkau lebih banyak keluarga.
Pemerintah dan Masyarakat Perlu Bersinergi
Yenny berharap Pemerintah Kota Bekasi memberikan perhatian yang setara kepada sekolah luar biasa, sebagaimana perhatian terhadap sekolah umum. Ia menilai, dukungan pemerintah dapat membantu meringankan beban operasional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Ia juga mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap anak disabilitas. Sebagian keluarga, menurut Yenny, mungkin masih menghadapi rasa malu atau keraguan untuk menyekolahkan anak mereka di lembaga pendidikan khusus.
Bagi Yenny, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus bukan semata persoalan layanan sosial, melainkan juga tanggung jawab bersama. Dukungan pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta diperlukan agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang layak.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.