Menu

Mode Gelap
Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi juga Kompetensi Grand Pasundan Convention Hotel Dukung Pelestarian Alam Kemenpar Perkuat SDM Perempuan dalam Higienitas Gastronomi Menteri Ekraf Pacu Inovasi Fesyen Nasional Lewat SEDASA 2026 Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Aplikasi Mobile Halalbihalal GIBAS: Ajang Silaturahmi Sekaligus Komitmen Bangun Kota Bekasi

News

Mengapa Guncangan Gempa Cianjur Begitu Dahsyat

badge-check


					Mengapa Guncangan Gempa Cianjur Begitu Dahsyat Perbesar

Matras News, Jakarta – Ahli mengungkap kondisi tanah di Cianjur terbilang rapuh hingga rawan guncangan meski kekuatan gempa tidak besar. Permukiman pun kebanyakan tak tahan gempa. Kombinasi itu diduga menjadi penyebab banyaknya kerusakan dan korban jiwa.

Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan, morfologi wilayah pusat gempa di Cianjur pada umumnya berupa dataran bergelombang, perbukitan bergelombang hingga terjal yang terletak di sebelah tenggara gunung Gede.

Wilayah tersebut secara umum tersusun oleh endapan Kuarter berupa batuan rombakan gunung api muda, dan aluvial sungai. Sebagian batuan rombakan gunung api muda tersebut juga telah mengalami pelapukan..

Sementara BMKG menyebut, bencana gempa bumi di Cianjur ini berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya sesar permukaan dan bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah, dan likuefaksi.

Menurut BMKG, wilayah Sukabumi, Cianjur, Lembang, dan Purwakarta merupakan daerah jalur gempa karena memiliki banyak sesar, di antaranya sesar Cimandiri, sesar Lembang, dan sesar-sesar minor lainnya.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, skala gempa bumi yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11) sebenarnya tidak terlalu besar. Namun, gempa bermagnitudo 5,6 itu menimbulkan kerusakan parah karena berjenis tektonik kerak dangkal. Selain itu, struktur bangunan di wilayah terdampak tidak memenuhi standar tahan gempa, “jelasnya.

Dampak Gempa mengakibatkan Meninggal 231 jiwa, saat ini ada 73.874 orang yang mengungsi pascagempa. Rinciannya, 33.713 pengungsi laki-laki dan 40.161 pengungsi wanita. Penyandang disabilitas ada 92 orang, ibu hamil ada 1.207 orang,

Satgas gabungan juga berhasil mengidentifikasi titik-titik pengungsian. mengatakan ada 183 pengungsian terpusat dengan kekuatan di atas 25 orang, Ada 142 titik pengungsian mandiri, artinya masyarakat yang mendirikan pengungsian dengan kekuatan di bawah 25 orang.

(red)

Baca Lainnya

Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi juga Kompetensi

25 April 2026 - 01:39 WIB

Halalbihalal GIBAS: Ajang Silaturahmi Sekaligus Komitmen Bangun Kota Bekasi

24 April 2026 - 00:07 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi Terima Kunjungan Bawaslu

23 April 2026 - 14:46 WIB

Menkeu Usul Pungut Pajak Pelayaran di Selat Malaka

23 April 2026 - 01:06 WIB

Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Sidak Ritel di Gandaria City

23 April 2026 - 00:46 WIB

Trending di News