MATRASNEWS, SURABAYA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar rapat koordinasi persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur yang diprediksi menjadi salah satu pusat pergerakan utama nasional.
Menhub Dudy menyebut koordinasi ini sangat strategis mengingat Jatim berperan sebagai simpul transportasi koridor Jawa-Bali dan kawasan timur Pulau Jawa.
“Sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Pemprov Jatim menjadi kunci memastikan layanan transportasi yang aman, selamat, tertib, dan lancar bagi masyarakat selama mudik dan arus balik,” ujar Dudy.
Berdasarkan survei nasional, pergerakan masyarakat saat Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau 50,60 persen penduduk. Jawa Timur menempati posisi ketiga provinsi asal pemudik terbanyak dengan 17,12 juta orang, sekaligus posisi kedua provinsi tujuan favorit dengan 27,29 juta orang. Kota Surabaya sendiri diperkirakan didatangi 732 ribu pemudik.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemenhub menyiapkan penguatan angkutan massal, optimalisasi jadwal operasi, hingga delaying system di Pelabuhan Ketapang. Sebanyak 31 ribu bus, 829 kapal laut, 3.821 unit sarana kereta api, 392 pesawat, dan 255 kapal penyeberangan disiagakan.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian dengan ramp check terhadap bus AKDP dan pariwisata di 29 terminal tipe B serta pool kendaraan se-Jatim sejak 2 Februari hingga 25 Maret 2026.
“Kami yakini dengan koordinasi solid dan dukungan semua pihak, potensi pergerakan besar dapat dikelola secara terukur,” tambah Menhub.
Rapat turut dihadiri Kapolda Jatim Nanang Avianto, Pangdam V Brawijaya Rudy Saladin, serta jajaran BUMN dan asosiasi transportasi. (rudi)
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











