MATRASNEWS, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti citra Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang buruk dan dinilainya meresahkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembenahan institusi ini akan menjadi agenda prioritasnya selama satu tahun ke depan.
Purbaya mengaku telah meminta waktu kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan agenda perbaikan tersebut. Ia memberikan warning tegas: jika dalam jangka waktu satu tahun tidak terlihat perubahan yang berarti, DJBC terancam dibekukan.
“Jika tidak ada perubahan, DJBC akan dibekukan dan dialihkan ke perusahaan swasta asal Swiss, SGS,” ujar Purbaya.
Kebijakan ini bukan tanpa preseden. Pada era Orde Baru, Presiden Soeharto pernah mengambil langkah serupa dengan membekukan DJBC pada tahun 1985. Saat itu, pembekuan dilakukan akibat maraknya praktik pungutan liar (pungli) dan penyelundupan yang menggurita. Baru satu dekade kemudian, tepatnya pada 1995, DJBC diaktifkan kembali.
Ancaman pembekuan ini menegaskan komitmen Purbaya untuk melakukan pembersihan dan restrukturisasi mendalam di tubuh DJBC, menyusul tingginya keluhan publik terhadap pelayanan dan integritas institusi tersebut.
Cek Berita lain di Google News











