Matras News – Perbincangan yang sedang hangat saat ini di tengah masyarakat, maraknya Praktik jual beli kepala menawarkan paket wisata dengan harga yang lebih rendah dibawah harga pasar.
Hal tersebut dilakukan untuk mendatangkan wisatawan dengan jumlah tertentu sesuai yang telah disepakati. Praktik ini memungkinkan kuantitas jumlah pengunjung bisa dicapai, tetapi akan menurunkan kualitas paket wisata yang ditawarkan. Ini akan mengurangi kepuasan wisatawan dalam kunjungan mereka ke destinasi wisata dan akan merugikan destinasi wisata itu sendiri.
Menparekraf, Sandiaga Uno angkat bicara, Kemarin saya mendapatkan laporan bahwa ada oknum yang memanfaatkan momentum kebangkitan pariwisata untuk melakukan praktik jual-beli kepala, khususnya untuk wisatawan Tiongkok yang menjadi salah satu negara dengan kunjungan wisata terbanyak ke Indonesia.

Tegas saya sampaikan momentum kebangkitan pariwisata bukan hanya soal kuantitas kedatangan pengunjung, tapi juga soal kualitas dan keberlanjutan lingkungan, ucapnya.
Menparekraf menambahkan, Jangan rusak citra Bali sebagai surganya pariwisata Indonesia. Kita harus jaga betul-betul keindahan destinasi wisata DilndonesiaAja terutama Bali yang sudah diakui oleh dunia.
Kami di kemenparekraf akan berkolaborasi dengan otoritas setempat untuk menindak para oknum yang melakukan praktik jual-beli kepala ini, tegasnya.
Harapannya kejadian ini tidak terulang lagi demi menciptakan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan, sehingga akan menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya, ucap Sandiaga Uno. (hr)












Komentar ditutup.