Menu

Mode Gelap
University of Melbourne Buka Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa Internasional Mahasiswa ITS Ciptakan Perangkap Hama Tenaga Surya Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61% Panen Perdana Semangka Non-Biji, Bukti Kolaborasi Modern Petani Milenial dan Indomaret Ditjenpas Bantah Video Viral Sel Mewah dan Ponsel di Lapas Cilegon Penataan Non-ASN, Pemerintah Jamin Layanan Pendidikan Tetap Jalan

Gaya Hidup Sehat

Mitos Apa Fakta? Inilah Kebiasaan Orang Indonesia

badge-check


					Mitos Apa Fakta? Inilah Kebiasaan Orang Indonesia Perbesar

Matras News – Mitos apa fakta kebiasaan di masyarakat Indonesia cara menangani masalah kesehatan, padahal secara medis justru tidak tepat. Beberapa di antaranya bahkan bisa memperburuk kondisi tubuh.

Berikut beberapa mitos kesehatan yang masih sering dilakukan beserta penjelasan medisnya:

  1. Memakai Pakaian Tebal atau Selimut Ketika Demam

Mitos: Saat demam, tubuh perlu ditutup rapat agar cepat berkeringat dan suhu tubuh turun.
Fakta Medis: Mengenakan pakaian tebal atau selimut justru akan meningkatkan suhu tubuh. Pada anak-anak, demam tinggi (39°C atau lebih) bisa memicu kejang. Sebaiknya gunakan pakaian tipis dan tetap berada di ruangan yang sejuk. Jika menggigil, kompres air hangat lebih disarankan.

  1. Saat Demam Tidak Boleh Mandi

Mitos: Mandi saat demam bisa memperparah kondisi.
Fakta Medis: Mandi justru membantu menurunkan suhu tubuh. Jika demam disertai menggigil, gunakan air hangat. Mandi juga membantu membersihkan tubuh dari kuman dan membuat penderita lebih nyaman.

  1. Mandi Malam Menyebabkan Rematik

Mitos: Mandi malam bisa memicu rematik atau nyeri sendi.
Fakta Medis: “Tidak ada hubungan langsung antara mandi malam dan rematik. Namun, bagi penderita rematik, disarankan mandi air hangat untuk mengurangi kekakuan sendi.

  1. Masuk Angin Harus Dikerok

Mitos: Kerokan mengeluarkan angin dari tubuh.
Fakta Medis: Kerokan sebenarnya memecah pembuluh kapiler di kulit, menyebabkan memar. “Rasa ‘leganya’ hanya karena otak menerima rangsang nyeri baru, sehingga mengalihkan dari rasa pegal sebelumnya. Jika gejala masuk angin terus berlanjut, lebih baik periksa ke dokter.

  1. Angin Duduk Harus Dikerok atau Dipijat

Mitos: Pijat atau kerokan bisa mengatasi angin duduk.
Fakta Medis: “Angin duduk bisa jadi gejala serangan jantung. Memijatnya justru berbahaya. Penanganan yang tepat adalah pemberian oksigen, obat-obatan, dan pemeriksaan medis secepatnya.

Banyak kebiasaan yang dianggap “menyembuhkan” ternyata tidak berdasar medis, bahkan berisiko. “Sebaiknya konsultasikan gejala kesehatan ke dokter daripada mengandalkan mitos.

Dengan memahami fakta ini, masyarakat bisa terhindar dari penanganan keliru yang justru membahayakan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenkes Waspadai Virus Hanta, 23 Kasus Terkonfirmasi di RI

13 Mei 2026 - 00:05 WIB

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Hadirkan Revolusi Penanganan Nyeri Tanpa Bedah

27 April 2026 - 00:26 WIB

EMC Healthcare dan Prudential Tingkatkan Pelayanan Pasien

22 April 2026 - 00:35 WIB

EMC Healthcare dan Prudential Tingkatkan Pelayanan Pasien

Kemenkes Luncurkan Program Titian, Percepat Lulusan Psikolog Klinis untuk Puskesmas

14 April 2026 - 00:04 WIB

Mengenal dan Mencegah Penyakit Metabolik pada Lansia, Ini Kata dr. Dhea RS Karunia Kasih

15 Maret 2026 - 01:54 WIB

Mengenal dan Mencegah Penyakit Metabolik pada Lansia, Ini Kata dr. Dhea RS Karunia Kasih
Trending di Gaya Hidup Sehat