Menu

Mode Gelap
Masuk Usia ke 10, Vasaka Hotel Jakarta Gelar Media Gathering Wamen Ekraf Dukung Industri Musik Lewat Indonesian Idol Kokola Group Salurkan Sapi Limosin untuk Qurban Bagikan Bubur Gratis, Hotel 88 Bekasi Tebar Kepedulian Hari Kelima Korban Hanyut di Kali Bekasi Ditemukan Tutup Usia Airbnb Kini Tawarkan Layanan Jemput Bandara Hingga Titip Koper untuk Liburan Anti Ribet

Seni & Budaya

Ondel Ondel di Iringi Musik Tradisional

badge-check


					Ondel Ondel di Iringi Musik Tradisional Perbesar

Matras News, Jakarta – Ondel ondel umumnya dibuat dari kayu dengan bagian tubuhnya menggunakan dongdang, yaitu sejenis kurungan ayam yang terbuat dari bambu.

Diameter lingkaran tubuhnya sekitar 1,5 meter, sementara tingginya bisa mencapai 4 meter. Wajahnya dibagi menjadi dua.

Yaitu wajah laki-laki berwarna merah dan perempuan berwarna putih. Tidak ada catatan pasti alasan dua warna tersebut dipilih menjadi warna sepasang ondel-ondel.

Tapi banyak yang meyakini bahwa warna merah dan putih mewakili dwi warna dalam bendera kebangsaan Indonesia.

Merah berarti memiliki semangat juang dan pemberani sementara putih melambangkan kesucian. Agar terkesan menarik.

Kepalanya diberi rambut dengan menggunakan ijuk, tak lupa ditambah dengan hiasan berbagai pernak-pernik.

Mengenakan pakaian adat Betawi dengan warna yang terlihat mencolok. Tubuh bagian depannya diberi rongga kecil sebagai celah bagi penunggang untuk melihat ke luar.

Hal ini penting agar penunggang ondel-ondel tidak kehilangan arah dan mampu bergoyang sesuai irama.

Ondel-ondel juga memiliki goyangan khas yang dikenal dengan nama ngibing, yaitu gerakan memutar tubuh dengan cepat.

Pertunjukan ondel-ondel biasanya diiringi tanjidor atau kelompok orkes kampung, yang terdiri dari beberapa alat musik seperti:

Kendang, gong, kenong, bas, dan sukong sebagai suara melodinya.

Melodi yang keluar dari sukong biasanya lagu-lagu tradisional Betawi, seperti “Kicir-kicir” dan “Jali-jali”.

Hanya saja, seiring perkembangannya, kini ondel-ondel tidak hanya diiringi oleh musik tradisional. Banyak seniman yang juga memadukannya dengan berbagai musik yang sedang populer.

Di tengah gempuran modernisasi dan maraknya dunia hiburan digital , justru tak menyurutkan seniman perajinnya untuk membudidayakan ondel-ondel.

Hanya pada waktu-waktu tertentu saja, seperti pada hari ulang tahun Kota Jakarta dan hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Karenanya, dibutuhkan perhatian lebih untuk tetap menjaga dan melestarikan kesenian tradisional asli Betawi ini agar tidak punah tergerus zaman.

 

 

Baca Lainnya

Wayang Kulit, Gamelan, dan Saxophone Tampil Memukau di University of California Riverside

29 Mei 2026 - 01:34 WIB

Kelenteng Tian Fu Gong, Gubernur Pramono: PIK 2 Bisa Jadi Destinasi Wisata Religi dan Budaya

19 Mei 2026 - 11:24 WIB

Tari Topeng Cirebon, Menyuguhkan Keindahan dalam Gerak

3 Mei 2026 - 01:13 WIB

AMKI Kartini Award 2026 Menobatkan 11 Perempuan Inspiratif di Era Digital

30 April 2026 - 01:37 WIB

Wamen Ekraf Apresiasi Kolaborasi Kreatif Aniwayang Live di Museum Nasional

29 April 2026 - 02:03 WIB

Trending di Seni & Budaya