Menu

Breaking News

Seni & Budaya

Ondel Ondel di Iringi Musik Tradisional

badge-check

Ondel Ondel di Iringi Musik Tradisional Perbesar

Matras News, Jakarta – Ondel ondel umumnya dibuat dari kayu dengan bagian tubuhnya menggunakan dongdang, yaitu sejenis kurungan ayam yang terbuat dari bambu.

Diameter lingkaran tubuhnya sekitar 1,5 meter, sementara tingginya bisa mencapai 4 meter. Wajahnya dibagi menjadi dua.

Yaitu wajah laki-laki berwarna merah dan perempuan berwarna putih. Tidak ada catatan pasti alasan dua warna tersebut dipilih menjadi warna sepasang ondel-ondel.

Tapi banyak yang meyakini bahwa warna merah dan putih mewakili dwi warna dalam bendera kebangsaan Indonesia.

Merah berarti memiliki semangat juang dan pemberani sementara putih melambangkan kesucian. Agar terkesan menarik.

Kepalanya diberi rambut dengan menggunakan ijuk, tak lupa ditambah dengan hiasan berbagai pernak-pernik.

Mengenakan pakaian adat Betawi dengan warna yang terlihat mencolok. Tubuh bagian depannya diberi rongga kecil sebagai celah bagi penunggang untuk melihat ke luar.

Hal ini penting agar penunggang ondel-ondel tidak kehilangan arah dan mampu bergoyang sesuai irama.

Ondel-ondel juga memiliki goyangan khas yang dikenal dengan nama ngibing, yaitu gerakan memutar tubuh dengan cepat.

Pertunjukan ondel-ondel biasanya diiringi tanjidor atau kelompok orkes kampung, yang terdiri dari beberapa alat musik seperti:

Kendang, gong, kenong, bas, dan sukong sebagai suara melodinya.

Melodi yang keluar dari sukong biasanya lagu-lagu tradisional Betawi, seperti “Kicir-kicir” dan “Jali-jali”.

Hanya saja, seiring perkembangannya, kini ondel-ondel tidak hanya diiringi oleh musik tradisional. Banyak seniman yang juga memadukannya dengan berbagai musik yang sedang populer.

Di tengah gempuran modernisasi dan maraknya dunia hiburan digital , justru tak menyurutkan seniman perajinnya untuk membudidayakan ondel-ondel.

Hanya pada waktu-waktu tertentu saja, seperti pada hari ulang tahun Kota Jakarta dan hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Karenanya, dibutuhkan perhatian lebih untuk tetap menjaga dan melestarikan kesenian tradisional asli Betawi ini agar tidak punah tergerus zaman.

 

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sardi Efendi Puji Wayang Ajen, Seni Bekasi Mendunia

30 Agu 2026 - 17:17 WIB

Sardi Efendi Puji Wayang Ajen, Seni Bekasi Mendunia

Ajang Abang None Jakarta 2026 Resmi Dibuka

18 Agu 2026 - 00:02 WIB

Ajang Abang None Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Ramdani Sanggar Silibet: Jantung Budaya Betawi untuk Adab Generasi Muda

12 Agu 2026 - 17:45 WIB

Ramdani Sanggar Silibet: Jantung Budaya Betawi untuk Adab Generasi Muda

Silibet Kreasi Indonesia Matangkan Pagelaran Silat Kolosal di Kota Tua

10 Agu 2026 - 00:11 WIB

Silibet Kreasi Indonesia Matangkan Pagelaran Silat Kolosal di Kota Tua

Festival Silat Tradisi Betawi 2026 di Kota Tua, Wadah Edukasi dan Pelestarian Budaya

9 Agu 2026 - 18:57 WIB

Festival Silat Tradisi Betawi 2026 di Kota Tua, Wadah Edukasi dan Pelestarian Budaya
Trending di Seni & Budaya